PESAWARAN (Lampost.co) -- Selain mengungkap para pelaku tindak kriminal, Polres Pesawaran juga berhasil mengungkap tersangka ujaran kebencian terhadap Polres Pesawaran. 

Tersangka ujaran kebencian yang berhasil diungkap yaitu Gustian Prakoso (27) warga Wonodadi, Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu ditangkap di tempat kerjanya. 



Kapolres Pesawaran AKBP Popon Ardianto Sunggoro mengatakan tersangka diringkus petugasnya setelah memasang status dalam Facebook pada 3 Juli 2019.

"Ini merupakan delik aduan karena kita yang membuat laporan. Setelah yang bersangkutan memasang status ujaran kebencian dan mencoreng nama baik polisi Polres Pesawaran," kata Popon,Kamis (25/07/2019).

Dia menjelaskan, berdasarkan keterang dari pelaku memasang status kebencian terhadap Polres Pesawaran. Setelah pelaku mengunggah ujaran itu dilakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku. "Setelah mengunggah status dan menghapusnya lalu pelaku membuat statusnya kembali meminta maaf. Pelaku diamankan petugas dan pelaku menyesali perbuatannya," kata Popon, Kamis (25/7/ 2019).

Dia berharap, kepada masyarakat secara umum khususnya di Polres Pesawaran agar selektif dalam mengunggah status di media sosial yang dapat merugikan diri sendiri karena perbuatan tersebut merupakan pelanggaran Undang-undang ITE dan ada sanksi hukumnya.

"Nanti diserahkan ke penyidik tetapi jika yang bersangkutan minta maaf dan tidak mengulangi perbuatanya, kita juga memaafkan. Allah saja maha pengampun dan pemaaf," ujarnya. 

Sementara itu, Gustian Prakoso dalam mengunggah status tersebut mengaku menggu akun palsu Arjuna Ervan Harun. Gustian mengaku membuat status tersebut karena kesal ditilang anggota Polres Pesawaran. "Atas nama pribadi, saya Gustian Prakoso menyatakan menyesal dan meminta maaf kepada polisi di Polres Pesawaran,"ujarnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR