Jakarta (Lampost.co) -- Kami kali ini berkesempatan menjajal smartphone yang membawa prosesor Qualcomm Snapdragon 636 pertama di Indonesia, Xiaomi Redmi Note 5.

Redmi Note 5 memang tidak bisa dibandingkan dengan Xiaomi Mi, tapi kali ini Redmi Note 5 sudah hadir dengan kamera ganda di belakang, mengikuti tren yang lebih dulu populer dari tren ukuran layar denganaspek rasio 18:9.



Jangan cemas, karen tren terkini masih bisa dijumpai di smartphone ini. Pertama kali mendapatkannya, kami menilai Xiaomi tampak masih nyaman dengan desain kemasan paket penjualan smartphone mereka. Redmi Note 5 hadir dalam kotak dengan berwarna putih dengan cover berwarna jingga sebagai wajahnya.

Pada bagian depan tertera tulisan "Redmi Note 5" dengan stiker garansi dari TAM, anak bisnis Erajaya Group, dan di bagian belakangnya terdapat informasi mengenasi spesifikasinya yang menurut kami tidak buruk.



Redmi Note 5 yang diluncurkan pada 18 April 2018 memiliki ukuran layar 5,9 inci resolusi FHD (2160 x 1080 piksel) dengan aspek rasio 18:9 sehingga menyisakan bezel di kanan dan kiri layar serta bawah yang sangat sedikit.

Smartphone ini menggunakan prosesor Qualcomm Snpadragon 636 dengan varian RAM dan memori internal 3GB/32GB dan 4GB/64GB.

Berjalan di sistem operasi Android 8.0 Oreo dengan antarmuka MIUI 9, Redmi Note 5 ditanamkan baterai berkapasitas 4.000 mAh.

Kameranya menggunakan kamera ganda di bagian belakang dengan resolusi 12MP+5MP yang diklaim menggunakan teknologi AI atau kecerdasan buatan dan kamera depan beresolusi 13MP.



Membongkar isi kotaknya, kami menemukan Redmi Note 5 hadir dengan bonus berupa jelly case dengan kualitas yang lumayan, tidak tebal tapi cukup membantu melindungi bodi smartphone ini dari goresan dan sedikit benturan.

Selain itu di dalamnya juga masih terdapat paket berupa kartu manual dan garansi, alat untuk membuka slot kartu SIM dan kepala serta kabel charger. Lagi-lagi, Xiaomi masih tidak menyertakan headset berupa earphone di dalamnya yang kami rasa tidak akan terlalu dipermasalahkan.



Melihat harganya yang hanya Rp2.499.000 untuk varian 3GB/32GB dan Rp2.999.000 untuk yang kombinasi 4GB/64GB. Tentu saja harga tersebut cukup merusak pasar, apalagi bagi Vivo V9 yang masuk Indonesia justru tidak menggunakan prosesor Snapdragon 636 melainkan Snapdragon 450 tapi dibanderol Rp3.999.000.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR