JAKARTA (Lampost.co)--Direktur Regional UN Environment untuk wilayah Asia Pasifik Dechen Tsering mengharapkan peran besar Indonesia di kawasan regional untuk mencegah timbulnya sampah plastik di laut.  

"Terkait sampah laut, kami sudah bisa melihat awareness, kebijakan, peraturan, dan pelaksanaannya," kata Dechen dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (11/1/2019). 



Sebelumnya, Dechen mengatakan terkait sampah laut, sebagian besar berasal dari Asia Tenggara. Dia juga menyadari Indonesia dan negara lainnya di kawasan regional ini tengah berupaya keras untuk menangani permasalahan ini.

Salah satu upaya dalam pencegahan timbulnya sampah laut, Indonesia dan UN Environment berencana membuat pusat peningkatan kapasitas inisiatif regional dalam perlindungan lingkungan laut dari kegiatan berbasis daratan (regional center for capacity initiative to protect marine environment from land-based activities).

Dechen menaruh harapan yang tinggi melalui pusat keahlian ini untuk dapat berperan mencegah sampah laut yang berasal dari kegiatan di daratan.

Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan telah mengusulkan berdirinya pusat peningkatan kapasitas inisiatif regional dalam perlindungan lingkungan laut dari kegiatan berbasis daratan (regional center for capacity initiative to protect marine environment from land-based activities) pada UN Environment.

Siti mengatakan pembentukan pusat pengembangan kapasitas tersebut penting mengingat permasalahan lingkungan laut juga dialami negara-negara lain. Usulan pembentukan pusat peningkatan kapasitas inisiatif regional tersebut disampaikannya kepada Direktur UN Environment untuk regional Asia Pasifik Dechen Tsering saat melaksanakan kunjungan kerja ke lokasi reklamasi pertambangan PT Amman Mineral Nusa Tenggara di Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat.

loading...

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR