BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Para ulama, cendekiawan dan tokoh lintas agama berkumpul dalam Acara Multaqo untuk mewujudkan Indonesia Damai di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Senin (20/5/2019). Semua elemen tersebut bersatu untuk terus bergandengan tangan menjaga kondusivitas dan kesatabilan negara.

Dalam Multaqo tersebut dilakukan penandatanganan seruan dan pernyataan kebangsaan oleh KH. Khairudin Tahmid.MH (Ketua Umum MUI Lampung), KH. Muhamad Mukri (Ketua PWNU Lampung), H Yusuf Barusman MBA (Ketua ICMI Orwil Lampung), H Sudarman (Ketua PW Muhamdiyah Lampung), H.Abdul Aziz Zamin (Ketua FKUB Lampung), Pendeta Cristiya Putroe (Ketua PGI Wilayah Lampung), Romo Roy (Ketua HAK Keuskupan Lampung), Indra Halim (Ketua Majelis Buddhayana Indonesia Provinsi Lampung) dan Kadek Sayang (PHDI Provinsi Lampung).




Berikut pernyataan kebangsaan multaqoh:
- Mengajak kepada seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas kehidupan sosial dan politik di Provinsi Lampung
- Memperkuat semangat persatuan dan kesatuan dgn cara mempererat tali silahturahmi sesama anak bangsa.
- Menghimbau masyarakat agar lebih arif dan bijaksana dalam memahami serta menyikapi berbagai informasi yang beredar dengan senantiasa melakukan klarifikasi dan tidak terpropokasi ajakan mengikuti dan melakukan gerakan People power.
- Mengajak kepada masyarakat untuk memberikan kepercayaan dan mendukung pemerintah dan lembaga negara (KPU,Bawaslu,Makamah Konsitusi dan TNI/Polri).
- Meminta kepada para peserta pemilu untuk menempuh jalur hukum apabila hasil pemilu dinilai ada kecurangan dan dugaan pelangaran lainya.
- Meminta kepada masing-masing pasangan calon untuk mentaati Komitmen bersma.
- Meminta kepada elit politik tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta media masa agar dapat memerankan diri sebagai perekat dan pemersatu bangsa.dan membantu mendinginkan suasana.
- Kepada aparat Kepolisian diminta untuk bertindak tegas, adil, transparan dan profesional, penegakan hukum harus dilakukan kodisi siapapun tanpa membedakan status dan kedudukan sosialnya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR