SUKADANA (Lampost.co) -- Isu memerangi sampah plastik semakin gencar dan bahkan sudah dilakukan dengan mengajak anak-anak usia sekolah dasar (SD). Hal itu yang digiatkan UKM Mahasiswa Raden Intan Pencinta Alam (Maharipal) UIN Raden Intan Lampung.

Maharipal bekerjasama dengan kelompok KKN UIN Raden Intan Lampung yang sedang mengabdi di  Desa Sambikarto Kecamatan Sekampung Lampung Timur, untuk melakukan program edukasi memerangi sampah plastik kepada tiga SD.



Kegiatan tersebut dilakukan di SDN 1, SDN 2 serta SDN 3 Sambikarto kecamatan Sekampung Lampung Timur pada Senin (19/8) kemarin. Para siswa diberi penyuluhan tentang dampak penggunaan plastik.

Ketua Umum Maharipal UIN Raden Intan Lampung mengatakan, anak-anak ini di beritahu tentang gambaran penggunaan plastik dan dampaknya bagi lingkungan mereka, baik di rumah maupun di sekolah. 

“Setidaknya dengan cara ini wawasan mereka semakin bertambah tentang dampak penggunaan plastik," kata Wahyu, Selasa 20 Agustus 2019.

Menurut dia, tingginya pemakaian sedotan plastik, sangat memungkinkan terjadinya kerusakan pada lingkungan, karena sukarnya penguraian material berbahan dasar plastik. 

Penggunaan sedotan plastik itu sendiri, kata dia, dekat dengan kehidupan anak-anak sekolah dasar sehingga sangat tepat memberikan edukasi terkait hal ini.

Kepala Divisi Lingkungan Hidup Maharipal, Regi Santia mengatakan kegiatan ini di lakukan sebagai bentuk kontribusi dan konsistensi UKM Maharipal dalam pengurangan penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.

Regi menjelaskan, program tersebut menyasar ke beberapa sekolah di Kabupaten Lampung Timur. Targetnya, murid-murid menjadi lebih paham tentang dampak negatif penggunaan plastik. 

Selain itu pihaknya juga memperkenalkan bagimana cara memanfaatkan sampah plastik yang sekarang ini lebih dikenal dengan pembuatan ecobrik.

"Kami ingin anak-anak bisa mengurangi pemakaian plastik di lingkungan sekolah. Jajanan disekolah kan banyak yang memakai media plastik. Dengan memberi pemahaman ini kami berharap anak-anak sudah dapat terlibat untuk menjaga lingkungannya sejak dini," ujarnya.

Dia menambahkan, kampanye memerangi sampah plastik makin penting dilakukan mengingat keberadaan sampah plastik menjadi momok bagi pemerintah dan rakyat indonesia. 

Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bahkan menyebutkan bahwa jumlah sampah plastik di Indonesia telah mencapai level menghawatirkan.

Kehawatiran itu, lanjutnya, bisa di lihat dari data KLHK yang menyebutkan bahwa jumlah plastik di Indonesia dalam kurun waktu satu dekade terakhir menunjukan tren meningkat. 

Diketahui, pemerintah Indonesia sendiri telah menetapkan target baru dalam hal pengelolaan sampah plastik dengan pengurangan hingga 30 persen dan pengolaan sebesar 70 persen pada tahun 2025 mendatang.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR