BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Sejumlah mitra ojek Online di Lampung kecewa atas putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak gugatan uji materi UU No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) terkait penggunaan angkutan umum, terkait legalitas Kendaraan roda dua untuk menjadi angkutan umum, pada Kamis (28/6) lalu.

"Yang jelas kami kecewa," ujar Koordinator Gabungan Admin Shelter Pengemudi Ojek Online Lampung (GASPOOL) Miftahul Huda kepada Lampost.co, Jumat (29/6/2018).
Iif sapaan akrabnya mengaku, saat ini ojek Online hadir untuk kebutuhan masyarakat dan semua merasa terbantu dengan adanya transportasi daring. Jutaan penduduk Indonesia banyak yang menggantungkan diri untuk menafkahi keluarganya dari pekerjaan tersebut.
"Seharusnya Pemerintah mengerti akan kebutuhan masyarakat, berdasarkan Undang-undang Dasar, masyarakat harus diutamakan, terutama untuk penghidupan," katanya.
Tapi, Iif sudah berkoordinasi dengan ribuan mitra gojek yang ada di Lampung agar tetap aktif menerima order, karena mau tak mau mereka tetap butuh penghasilan, untuk kehidupan sehari-hari. Tetapi, pihaknya bersama komunitas Ojek Online masih akan terus berjuang agar ojek Online diakui dan memiliki Payung Hukum. Bebrapa aksi sepertinya akan dilakukan kembali, sambil menunggu Koordinasi antar sesama mitra ojek Online.
"Ya saya sudah ajak kawan-kawan agar tetap narik, kendati memang belum ada legalitas, tapi selama ini juga enggak ada kebijakan apakah kita emang dilarang menarik, atau ditilang polisi, karena belum punya Payung Hukum" katanya.
Kendati demikian Iif selalu menekankan kepada para mitra, agar mematuhi aturan lalu lintas, dan tetap berkendara mengutamakan safety riding.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR