MENGGALA (Lampost.co) -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulangbawang mengimbau kepada masyarakat agar tidak membuka lahan perkebunan dengan cara dibakar.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kabupaten Tulangbawang Darma Edi Tabrani menyatakan, sanksi pidana mengintai masyakat maupun perusahaan yang kedapatan membuka lahan dengan cara dibakar.



Sebab, kata dia, pembukaan lahan dengan cara dibakar dapat memicu terjadinya kebakaran yang meluas. Selain itu, juga berdampak pada kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan, dan gangguan terhadap aktivitas masyarakat. "Kita ingatkan baik untuk masyarakat maupun perusahaan, jangan membuka lahan dengan cara dibakar. Jika melanggar sanksi pidana akan berlaku," kata Darma, kepada Lampost.co, 9 September 2019.

Darma menjelaskan, sejauh ini terpantau terdapat delapan titik hotspot yang tersebar di empat kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Tulangbawang.

"Total ada delapan hotspot, lima ada di Kecamatan Gedungmeneng. Sedangkan di Kecamatan Rawapitu, Gedungaji, dan Menggala masing-masing satu hotspot," ujar dia.

Baca juga:

Kawasan Zona Wisata TNBBS Suoh Terbakar

Menurut dia, untuk mengantisipasi terjadinya pembukaan lahan dengan cara dibakar atau terjadinya kebakaran di musim kemarau. Pihaknya bersama aparat kepolisian menghimbau agar masyarakat tidak membakar sampah, lahan yang kering disekitar pekarangan, hutan, dan tangkis.

"Musim kemarau seperti ini, bukan hanya rentan kebakaran lahan. Melainkan juga kebakaran rumah maupun kantor. Makanya kita himbau juga ke warga agar, memperhatikan instalasi listrik sesuai standard PLN. Menjauhkan api dari barang-barang yang mudah terbakar serta setiap rumah, gedung, kantor, dan ruko diwajibkan memiliki racun api atau alat pemadan api ringan," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR