BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Area parkir menjadi lahan yang menggiurkan. Uang retribusi parkir sangat besar sehingga mampu mendongkrak pendapatan bagi pengelolanya maupun pemerintah daerah. Salah satunya di area parkir sepanjang Jalan Bengkulu, Jalan Pemuda, dan Jalan Pangkal Pinang di Tanjungkarang Pusat yang mencapai Rp4,7 juta per hari.
Kepala Bidang Parkir Dishub Bandar Lampung Afrully mengatakan untuk parkir di area tersebut pemasukan bisa mencapai Rp4,7 juta per hari. "Iya, untuk di area sekitar itu mencapai kurang lebih Rp4,7 juta per hari ke PAD," ujar Afrully melalui pesan WhatsApp.
Ia melanjutkan hingga Desember ini, dari sektor parkir secara keseluruhan, Dishub telah menghasilkan pemasukan hingga Rp5 miliar. "Hampir Rp5 miliar kalau enggak salah," kata dia.
Namun, dia mengaku tidak bisa berbuat banyak terkait maraknya petugas tidak resmi yang ada di area itu. "Kalau untuk tarikan tidak resmi atau ilegal, tidak bisa dihitung karena tidak ada laporannya," ujar dia.
Menanggapi tarikan tidak resmi itu, Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Harto Agung Cahyo mengatakan pihaknya segera menurunkan Tim Saber Pungli. Mereka mengecek kebenaran penarikan parkir ganda di kompleks perbelanjaan pasar tengah. "Kami segera cek, ada hubungan apa enggak sama oknum PNS atau instansi tertentu yang bermain," kata di Mapolresta, kemarin.
Harto menegaskan jika memang dilakukan pungutan parkir ganda yang tak sesuai dengan perda, dipastikan praktik pungli. "Kalau parkir di dalam (arah pintu masuk loket karcis), ya dalam aja, enggak usah bayar lagi pas mau keluar. Kami cek apa pidana apa pelanggaran ringan," ujar mantan Kapolsek Tanjungkarang Barat itu.

loading...

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR