BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Dokter Bedah Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Muluk (RSUDAM) melakukan mogok kerja karena belum dibayarkannya uang jasa medis selama enam bulan terakhir.

Akibatnya pelayanan operasi bedah di rumah sakit terbesar di Lampung tersebut mengalami penghentian sementara.



Salah seorang tenaga kesehatan yang tidak mau disebutkan namanya menceritakan akibat penghentian sementara layanan bedah tersebut, RSUDAM menolak rujukan pasien bedah dari rumah sakit lain. "Iya mogok kerja karena belum dibayar. Pelayanan bedah umumnya berhenti. Jadi RS lain gak boleh rujuk pasien bedah kesana (RSUDAM)," kata sumber tersebut, Kamis, 5 September 2019.

Mogok kerja yang dilakukan secara diam-diam ini tanpa adanya surat edaran ke RS yang ada di Lampung. Padahal RSUDAM saat ini merupakan RS pusat rujukan di Lampung. "Cuma ada pemberitahuan internal supaya terpaksa menolak pasien-pasien bedah dari RS lain karena tidak adanya dokter bedah. Ya dampaknya ke pasien bedah yang perlu di operasi ke RSUDAM jadi gak bisa dan terpaksa pindah ke RS lain," ujarnya.

Beberapa pasien dari RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo, Bandar Lampung juga mengalami penolakan saat akan dirujuk ke RSUDAM. Menurut sumber tersebut tidak cairnya uang jasa medis bukan menimpa dokter bedah saja. "Dokter paru sudah lebih dari 6 bulan, dokter umum kalau gak salah terakhir Desember 2018. Dokter Bedah lebih lama lagi makanya sampai akhirnya mereka memutuskan mogok," kata dia.

Sumber tersebut juga mengatakan akibat penolakan pasien bedah ke RSUDAM. Rumah sakit swasta di Bandar Lampung mengalami peningkatan permohonan rujukan bedah. "Jadi RS lain diminta bisa menampung pasien rujukan yang ditolak RSUDAM itu," ujarnya.

 

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR