KALIANDA (Lampost.co)-- Setelah melalui proses panjang, akhirnya penantian masyarakat yang terkena proyek tol trans sumatera bakal terwujud. Pasalnya, pekan depan, sebanyak 67 bidang di dua desa di Lampung Selatan, dilakukan pembayaran uang ganti rugi Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

Pencairan uang ganti rugi lahan itu, sebanyak 42 bidang di Desa Sukamarga, Kecamatan Sidomulyo dan 25 bidang di Desa Karya Mulyasari, Kecamatan Candipuro.



Kepala Desa Karya Mulyasari, Warno mengatakan keseluruhan di desa setempat sebanyak 26 bidang, sedangkan lima bidang menyanggah atau menolak.
"Awalnya yang menyanggah 13 bidang, sisanya setuju," kata dia, Kamis (7/9/2017).

Setelah lakukan proses verifikasi dan validasi atau pembaruan data, kata dia, hanya sisa lima bidang yang belum setuju.
"Sebenarnya tinggal satu bidang, karena yang empat ini menyanggah tempat usahanya tidak dimasukan," ujarnya.

Sementara itu, Staf Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jimun mengatakan uang sebesar Rp8,3 miliar digelontorkan untuk pembayaran ganti rugi di Desa Karya Mulyasari.
"Uangnya sudah turun, tinggal menyerahkan kepada pemilik lahan," kata dia.

Dijelaskannya, untuk Desa Tanjungratu, Kecamatan Katibung sudah dilakukan pengajuan Surat Perintah Pembayaran (SPP). "Untuk Desa Tanjungratu sudah diajukan SPPnya," kata dia.

Sementara staf Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kantor Wilayah Lampung, Jon, mengatakan pembayaran ganti rugi dilakukan pekan depan di dua desa tersebut.
"Kami agendakan pekan depan di Desa Sukamarga dan Karyamulya Sari," ujar dia melalui sambungan telepon.

Di Desa Sukamarga, Kecamatan Sidomulyo, sebanyak 42 dari 46 bidang yang akan dilakukan pembayaran ganti rugi.
"Empat bidang yang menyanggah, sisanya akan dilakukan pembayaran pekan depan," ujarnya.

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR