KOTABUMI (Lampost.co) -- Ribuan perawat memadati jalur dua dan menutup Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan Kantor PN Kotabumi, Lampung Utara, Kamis, 3 Oktober 2019, pukul 11.00.

Ribuan perawat yang berasal dari berbagai kabupaten/kota di Lampung berkumpul di Jalan Jenderal Sudirman, dan berjalan kaki menuju kantor PN untuk berunjuk rasa menuntut kasus dugaan malapratik yang menimpa salah seorang rekan sejawat mereka Jumraini, untuk dibebaskan.



Mereka terhenti di depan pintu gerbang kantor perawat dan melakukan orasi melalui kendaran mobil yang dilengkapi pengeras suara.

Dalam orasinya Ketua PPNI Lampung Dedi Aprizal mengatakan aksi damai yang dilakukanya ini sebagai bentuk dukungan moral terhadap rekan sejawat mereka yakni Jumraini, yang kini menjadi tersangka dan telah ditahan dalam kasus dugaan malapratik yang disangkakan. "Kami meminta Jumraini dibebaskan dari segala tuduhan kasus dugaan malapratik yang dialaminya," ujarnya.

Dia juga mengatakan penanganan kasus Junraini, terkesan dipaksakan. Pihaknya meminta kepada PN kotabumi untuk membebaskan Jumraini.

Usai melakukan orasi, sejumlah perwakilan dari pengurus PPNI Lampung dan daerah setempat diterima langsung oleh Ketua PN Kotabumi Vivi Purnamawati di ruangan rapat kantor tersebut. Mereka perwakilan PPNI mengajukan pernyataan sikap secara tertulis yang isinya:

  1. Meminta perawat Jumraini dibebaskan dari segala tuntutan yang disangkakan.
  2. Meminta untuk segara mengusut tuntas oknum yang membuat Jumraini, menjadi persakitan.
  3. Memastikan tidak ada kejadian dan perlakuan serupa pada perawat dalam melayani masyarakat.
  4. Setop diskriminasi profesi parawat.

"Apabila tuntutan tidak dipenuhi, maka kami akan melakukan mogok kerja yang bukan tupoksi perawat disemua lini mulai rumah sakit sampai tingkat puskesmas pembantu," ujar dia.

Berita terkait:

Ratusan Perawat Pesawaran Ikut Aksi Solidaritas untuk Jumraini

Dukungan untuk Jumraini Terus Membesar

Di hadapan Ketua PN Kotabumi, Lampung Utara mereka juga meminta untuk segera mengabulkan permohonan penangguhan yang berkas perkaranya Jumraini, telah dilimpahkan ke PN beberapa hari lalu.

Sementara itu, adanya tuntutan dan permohonan tersebut, Ketua PN Kotabumi Vivi Purnamawati tidak dapat mengabulkan permintaan tersebut dan ia menyarankan untuk membuat permohonan pengajuan penahanan kepada Majelis Hakim yang akan menyidangkan perkara Jumraini, pada Selasa, 8 Oktober 2019 mendatang. "Silahkan ajukan permohonan penangguhan penahanan terlebih dahulu. Hal itu untuk pertimbangan pihak PN Kotabumi," ujar Vivi.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR