BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Direktur Intelkam Polda Lampung Kombespol Amran Ampulembang bersama jajaran Polda, masih menunggu arahan dan petunjuk teknis, dari mabes Polri, pascapembekuan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).
"Iya sesuai arahan Kapolda, kita tunggu mabes Polri, dan Juknisnya masih kita tunggu untuk langkah selanjutnya," ujarnya kepada Lampost.co, Kamis (2/8/2018).

Amran menambahkan, saat ini pihaknya masih sebatas melakukan pemantauan terhadap, jaringan-jaringan yang diduga terlibat paham radikal, termasuk JAD. Kemudian, langkah selanjutnya Subdit I Kamneg Ditreskrimum Polda Lampung tentunya dengan kendali dari Densus 88 Anti Teros Mabes Polri, akan melakukan pengamanan,  pengklasifikasian, hingga pengungkapan jika memang ada jaringan atau orang yang terduga. "Ya pemantauan kegiatan tetap jalan," katanya.
Disinggung soal jumlah anggota JAD di Lampung, Amran tak bisa memaparkan secara rinci, terkait Jumlah pasti, dan persebarannya.



"Angka saya gk pegang data rinci, tapi ada sih dan dalam pengawasan," katanya.
Terkait soal 101 simpatisan ISIS atau paham radikal  di Lampung berdasarkan data BNPT 2017, Amran menyebutkan tidak semua langsung diasumsikan sebagai anggota JAD, kendati secara historis memang JAD berafiliasi dengan ISIS.
"Enggak semua, kan ada yang gerakan atau kelompok lain, ada yang pemahaman khilafah, ada yang sampai jaringan (red JAD)," katanya. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR