BALIKPAPAN (Lampost.co)-- Koalisi Masyarakat Peduli Tumpahan Minyak (Kompak) menyampaikan gugatan warga negara (citizen lawsuit) ke Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan, Senin (13/5/2019), setelah somasi tidak diindahkan.

Gugatan tersebut berkenaan dengan penanganan tumpahan minyak yang terjadi pada 31 Maret 2018 lampau di perairan Teluk Balikpapan. Pada perisitiwa itu minyak yang menyembur dari pipa yang patah di dasar laut menggenang di kawasan seluas 129,872 km persegi atau 49,8 mil persegi, dan kebakaran yang terjadi di pusat genangan minyak menewaskan 5 orang pemancing dan nelayan.



Gugatan ditujukan kepada Wali Kota Balikpapan, Bupati Penajam Paser Utara, juga Gubernur Kaltim, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Menteri Perhubungan, dan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Kami ingin kepastian hukum atas penanganan tumpahan minyak tersebut dan jaminan agar petaka serupa tidak terulang lagi,” kata kuasa hukum Kompak Fathul Huda Wiyashadi.

Fathul menjelaskan, kepastian hukum yang dimaksud adalah para tergugat menjalankan semua yang diamanahkan undang-undang sesuai kewenangannya untuk memulihkan seperti semula semua yang terdampak.

Dalam gugatan ini misalnya, Kompak menuntut pembentukan peraturan daerah (perda) Rencana Zonasi Wilayah Perairan Pantai dan Pulau-pulau Kecil (Perda RZWP-3), pembentukan perda Sistem Informasi Lingkungan Hidup yang mencakup sistem peringatan dini, pengawasan terhadap sanksi administratif yang diberikan oleh Kementerian LHK kepada Pertamina Refinery Unit V yang merupakan pemilik pipa yang patah dan minyak yang tumpah, kemudian pemulihan lingkungan serta audit lingkungan, dan pengujian sumber pangan segar berupa ikan, kepiting, dan lainnya yang berasal dari Teluk Balikpapan.
Pada 31 Maret 2018, pipa penyalur minyak mentah di dasar Teluk Balikpapan tersangkut jangkar kapal berbendera Panama, MV Ever Judger. Manuver kapal kemudian mematahkannya yang membuat minyak mentah menyembur ke luar.

Pada pukul 03.00 bau minyak mentah sudah sampai ke pemukiman warga di Kampung Baru. Nelayan yang pulang melaut juga melaporkan hal yang sama. Sampai pukul 11.00 siang, minyak yang terkumpul di perairan sekitar 1,5 mil di depan kilang minyak Pertamina RU V menyala, membuat api membara dan asap hitam setinggi ratusan meter. Kebakaran itu kemudian diketahui makan korban 5 orang. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR