BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Minat membaca dan menulis perlahan tergerus oleh budaya berbasis teknologi yang lebih banyak dinikmati untuk kepuasan atau kesenangan bahkan bisa melenakan semisal menghabiskan waktu untuk bermain game online. Di era milenial, budaya literasi sangan minim digaungkan. Umumnya anak muda lebih tertarik membaca dan menulis status dimedia sosial.

Merespon hal tersebut Ketua Komunitas Baca Universitas Lampung 2018 - 2019, Bima Novian mengajak semua kalangan untuk membudayakan literasi selalu ada ditengah digitalisasi saat ini. Ia selalu mengingatkan kepada teman-temannya untuk menghobikan membaca meskipun lewat smartphone. Ia juga sadar bahwa terkadang generasi muda sekarang ini minat membaca lnya rendah, padahal semua tahu bahwa membaca adalah jendela dunia.



"Dari membaca, wawasan kita sebagai generasi muda akan bertambah. Apalagi di era globalisasi seperti sekarang ini, kemajuan teknologi dan digitalisai makin memudahkan kita mengakses bahan bacaan dimana saja dan kapan saja," katanya kepada Lampung Post, Rabu (15/5/2019)

Ia juga mengatakan di Universitas Lampung terus berupaya untuk merangkul seluruh pihak. Beberapa waktu lalu Perpustakaan Universitas Lampung telah melaunching aplikasi Digital Library Univetsity of Lampung. Tujuannya tentu untuk memudahkan kita terutama generasi milenial untuk bisa mengakses bahan bacaan dengan mudah. Tidak perlu keperpustakaan lagi untuk mencari buku, namun sudah bisa baca buku kapan saja dan dimana saja berada melalui aplikasi di smartphone.

Begitu juga disampaikan oleh rekannya Duta Baca Universitas Lampung 2018-2019, Luvita Loves menceritakan pengalamannya, dulu ia pengen gemar membaca tapi gak mau membaca. Kemudian ia menemukan tulisan Najwa Shihab yakni "Cuma perlu satu buku untuk jatuh cinta pada membaca. Cari buku itu. Mari jatuh cinta".

"Ternyata dengan tertarik satu judul buku mampu menarik aku menjadi gemar membaca. Pertama kamu paksa,  kedua kamu mulai suka,  ketiga akhirnya kamu terbiasa," kata Mahasiswi Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam 2016 ini.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR