TUMBUH dan berkembang menjadi dewasa bukanlah sebuah kepastian, melainkan pilihan. Ketika usia belum tentu mencerminkan kedewasaan, setiap kebijakan yang diambil tidak serta-merta dapat dipakai sebagai pedoman yang akan memandu langkah ke depan.

Dewasa dalam berpikir, bersikap, dan bertindak di ruang publik itulah yang menjadi roh dalam setiap pilihan kebijakan redaksi Lampung Post yang hari ini genap berusia 44 tahun. Sejak awal mula lahir, Lampung Post merekam dan memaknai setiap peristiwa di Lampung dari dalam denyut nadinya sendiri, denyut nadi masyarakat Lampung dengan segala dinamikanya. Harian ini pula yang ikut langsung berproses dalam lika-liku pembangunan ekonomi, politik, dan sosial budaya jauh-jauh hari sebelum pers mencapai puncak kebebasannya seperti sekarang.



Kehadiran Lampung Post sebagai media massa milik publik tidak sekadar menyajikan informasi dan hiburan, tetapi juga sebagai agen pembaruan untuk menciptakan perdebatan publik yang sehat dan argumentatif. Itu sebabnya sampai hari ini, hanya Lampung Post satu-satunya media mainstream di Lampung yang berkomitmen membuka ruang bagi pemikiran baru di rubrik opini. Redaksi menyadari sepenuhnya gagasan dan pemikiran baru harus mendapat ruang yang layak dalam proses dialektika agar situasi pembangunan Lampung tidak terjebak dalam kondisi status quo.

Sebagai pers industri, dalam dua dekade terakhir Lampung Post yang berbasis media massa cetak menghadapi gempuran teknologi yang makin masif. Kehadiran televisi pelan tapi pasti menggerus jumlah pembaca media massa cetak. Ketika situasi belum mencapai titik keseimbangan baru, kini muncul media online yang menyajikan informasi lebih cepat dan lebih mudah.

Untuk mengantisipasi kemajuan zaman yang berubah sangat cepat itu, Lampung Post membuka ruang konvergensi baru, meliputi media cetak, Radio Sai FM, Lampung Post Education Center, event organizer, lampost.co, dan terakhir yang diluncurkan hari ini adalah lampungpost.id dengan beragam subdomain di dalamnya.

lampungpost.id merupakan jawaban harian ini atas panggilan zaman era industri generasi 4.0 yang menekankan sistem digitalisasi. Surat kabar kekinian tidak lagi dinikmati hanya melalui lembaran-lembaran koran melainkan juga dari layar smartphone yang jumlahnya saat ini mencapai dua kali lipat penduduk Indonesia.

Proses kaderisasi yang sistematis di bagian redaksi menjadikan Lampung Post tidak lantas gagap menghadapi perubahan zaman. Saat ini, awak redaksi didominasi anak-anak muda di bawah usia 40 tahun. Di tangan merekalah masa depan dan arah kebijakan Lampung Post akan ditentukan kelak. Anak-anak muda itu punya kemampuan yang memadai untuk melayani kebutuhan informasi masyarakat Lampung dari segala segmen, termasuk kalangan millennial.

Lampung Post memberi perhatian khusus bagi kalangan millennial. Jumlah mereka sangat banyak. Sebagai ilustrasi, dalam Pemilu 2019 jumlah pemilih muda diperkirakan mencapai 110 juta atau 60% dari total jumlah pemilih. Pola perilaku, kebiasaan, dan sistem sosialisasi mereka jauh berbeda dibanding dengan generasi sebelumnya. Itu sebabnya, sebagai media massa yang telah berusia 44 tahun Lampung Post terus berbenah untuk menjadi sahabat terdekat kalangan millennial, tanpa harus meninggalkan pakem lama yakni berpikir, bersikap, dan bertindak dewasa di ruang publik.

 

 

 

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR