PEJUANG New Guinea memanen tulang paha dari ayah mereka untuk dijadikan hiasan pakaian belati sebagai simbol kehormatan. Hal itu hasil dari penelitian dari Dartmouth College di Amerika Serikat yang diterbitkan dalam jurnal Royal Society Open Science.

Penelitian itu membandingkan kekuatan tulang kering kasuari dengan tulang paha manusia dan menemukan sifat yang mirip dan sama-sama bagus untuk membuat belati. Namun, belati tulang manusia dirancang untuk bertahan lebih lama dan lebih melengkung.



Bahan tulang itu untuk meminimalkan kemungkinan belati patah selama pertempuran, dan alasan laki-laki merekayasa belati tulang manusia karena belati tulang manusia membawa banyak pamor sosial. Nilai itu sebagian ditentukan fakta bahwa sumber yang sesuai untuk belati tulang manusia jarang terjadi. Tulang harus berasal dari ayah seorang laki-laki atau anggota masyarakat yang sangat dihormati.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR