BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Di tengah ketergantungan masyarakat akan gawai, sejumlah anak muda memilih menghidupkan kembali literasi membaca buku. Lewat komunitas Tukar Baca Lampung, mereka menularkan semangat membaca dengan cara saling menukar buku bacaan antaranggotanya.

Pendiri Komunitas Tukar Baca Lampung, Fitria Wulandari, menuturkan komunitas Tukar Baca Lampung memiliki visi menjadi penggerak perkembangan literasi di Bumi Ruwa Jurai, dengan menciptakan kegiatan literasi dan forum diskusi.



Komunitas yang terbentuk sejak 23 April 2018, itu berawal dari obrolan para anak muda pendiri komunitas ini, yang Khorik Istiana, mahasiswi Biologi FMIPA Unila, serta Yurike pratiwi dan Fitria Wulandari alumni FISIP Unila. Mereka mengaku tergerak untuk kembali menyadarkan pentingnya membaca dalam membentuk karakter dan pengetahuan masyarakat pada era serbadigital saat ini.

"Kita di Indonesia, khususnya di Lampung, minat baca masyarakat masih sangat kurang. Oleh karena itu, kami mendirikan komunitas ini agar teman-teman khususnya pemuda untuk menumbuhkan minat baca mereka," ujar Fitri, beberapa waktu lalu.

Nama komunitas Tukar Baca Lampung juga dipilih karena keinginan mereka memfasilitasi orang yang memiliki minat baca tinggi, akan tetapi tidak memiliki banyak buku bacaan.

"Dengan adanya komunitas ini, kami bisa saling meminjam buku, sehingga tidak ada alasan lagi untuk tidak membaca karena tidak mengeluarkan banyak biaya lagi untuk membeli buku," kata Fitri.

Meski baru terbentuk, komunitas Tukar Baca Lampung saat ini telah memiliki sekitar 20 anggota, yang berasal dari mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Lampung. Tidak hanya mahasiswa, ada juga anggota yang sudah bekerja, baik sebagai tenaga pendidik maupun swasta.

 

Rutin Kumpul

Fitri menambahkan komunitas Tukar Baca Lampung rutin mengadakan kumpul anggotanya, setiap satu bulan sekali. Selain kumpul untuk bertukar bahan bacaan, mereka juga kerap mengadakan kegiatan bakti sosial, seperti penggalangan dana untuk membeli peralatan sekolah, seperti alat tulis, seragam sekolah anak-anak yang terkena musibah di Lampung Selatan.

Selain itu, mereka juga mengadakan penggalangan dana untuk membeli buku pelajaran untuk sekolahan yang sekolahannya rusak diterjang musibah tsunami. "Rencana ke depan kami ingin membuka rekrutmen anggota baru, jadi harapannya bisa dapat anggota baru, terutama mahasiswa atau pelajar, agar nantinya komunitas ini lebih aktif lagi," ujar alumni jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Lampung itu.

Selain itu, komunitas Tukar Baca Lampung juga berencana melibatkan aparatur desa atau pemerintah yang butuh bantuan dalam membuat atau membina taman baca di desa-desa. Ia berharap agar komunitas ini benar-benar bisa menjadi wadah dalam menumbuhkembangkan minat baca di Lampung, dan sesuai dengan visinya yaitu benar-benar menjadi penggerak perkembangan literasi di Lampung.

"Saya juga berharap nantinya para anggota komunitas ini bisa berperan aktif dan benar-benar bergabung dengan komunitas karena ingin menciptakan teman-teman yang mencintai literasi, mencintai membaca," ujar Fitri. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR