BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Penasehat Hukum tujuh terdakwa pembalakan liar Register 28 Kabupaten Tanggamus meminta Hakim memberi hukuman yang ringan kepada mereka, dengan alasan ketujuh orang terdakwa tidak mengetahui perbuatan mereka melanggar Pasal 83 Ayat (1) huruf a UU RI Nomor 18  tahun 2013 tentang Pencanangan dan Perusakan Hutan Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP sesuai dakawan alternatif Jaksa.

Heris Kurniawan selaku penasehat hukum 7 terdakwa mengatakan, kliennya tidak tahu sejak awal bahwa lokasi tersebut berada di kawasan hutan lindung Pematang Neba Register 28. "Mereka ini tidak tahu bahwa kayu jenis sonokling termasuk dalam Appendix II CITES, yang merupakan tumbuhan yang dilindungi," katanya.



Terdakwa lanjut Heris, hanya menjalankan perintah pemilik kayu atas nama Hermanto yang belum tertangkap hingga hari ini. Para terdakwa yang merupakan kliennya sudah mengakui perbuatannya dan mengaku salah tidak akan mengulanginya lagi. "Ini menjadi pelajaran buat mereka. Mereka sudah mengaku salah dan memohon supaya hakim memberikan keadilan. Kalau pun mereka tahu itu kayu tidak boleh ditebang dan masuk dalam register hutan yang dilindungi tidak mungkin mereka mau. Mereka hanya pekerja mendapatkan upah seadanya," kata dia.

Mereka, lanjut Heris, tidak pernah melanggar hukum apalagi dihukum selama ini. Mereka juga terbuka dalam persidangan tidak pernah berbelit-belit, terdakwa ini juga tulang punggung keluarga yang memberi nafkah untuk orang tua dan anak istrinya. "Kami berharap ini menjadi pertimbangan Majelis Hakim. Mereka sudah mengatakan tidak akan lagi berurusan dengan hukum apalagi soal perambah hutan," katanya.

Sebelumnya para terdakwa pembalakan hutan lindung Register 28 ini dituntut rendah, terdakwa Hasan dan Turnadi dipidana penjara selama masing-masing 3 tahun, serta denda Rp500 juta subsider 6 bulan penjara. Selain dua terdakwa, 5 terdakwa lainya dihukum lebih rendah yakni dua tahun enam bulan penjara serta dan denda Rp500 juta subsider 6 bulan penjara .

loading...

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR