METRO (Lampost.co) -- Pengadilan Negeri (PN) Metro kembali menggelar sidang lanjutan perkara gugatan kepemilikan mobil, Rabu (9/5/2018). Kali ini, majelis hakim mengagendakan penyampaian bukti surat dan saksi dari pihak Turut Tergugat I.

Di hadapan majelis hakim yang diketuai Benny Arisandy, Turut Tergugat I, H Sulyadi, menghadirkan saksi yang mengetahui  transaksi  antara Rio dan orang tuanya Firli dengan H. Sulyadi, yang menurutnya merupakan transaksi yang beritikad baik dan benar.



Adapun, saksi yang dihadirkan dalam persidangan, masing-masing  M. Muhrizal (46), warga Kelurahan Kebon Jeruk Tanjungkarang Timur Bandarlampung, dan Tatang Efendi (45), warga Kelurahan Surabaya Kedaton Bandarlampung. Keduanya, sama-sama mengetahui andanya transaksi antara Rio dan Firli dengan H. Sulyadi berupa 1 unit mobil Toyota Avanza seharga Rp 123 juta.

Namun, setelah transaksi, belakangan saksi Muhrizal mengetahui bahwa mobil tersebut, merupakan mobil hasil tindak pidana penggelapan. Bahkan, saksi membenarkan, bahwa Turut Tergugat I sudah diingatkan bahwa mobil sedang dalam persoalan hukum, dan agar jangan dipindahtangankan. Sayangnya, meski sudah diingatkan, ternyata mobil tersebut dijual kepada orang lain. "Benar, Turut tergugat I sudah diingatkan oleh petugas polisi bahwa mobil tersebut bermasalah dan jangan dikemana-manakan," jawab saksi Muhrizal, atas pertanyaan kuasa hukum penggugat.

Usai pemeriksaan kedua saksi, majelis hakim meminta kepada para pihak, untuk menyampaikan konklusi atau kesimpulan. "Majelis hakim memberikan waktu selama sepekan kepada para pihak untuk mengajukan konklusi. "Konklusi atau kesimpulan ini tidak wajib silakan para pihak untuk menyampaikan kesimpulan atau tidak," kata Benny Arisandy.

Kuasa Hukum Penggugat, Hadri Abunawar menyatakan, pihaknya akan menyampaikan konklusi secara tertulis pada persidangan yang akan digelar Kamis pekan depan. "Kami akan menyampaikan konklusi secara tertulis," ungkapnya.

EDITOR

Abdul Gofur

TAGS


KOMENTAR