BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Sahabat Muda, kecanggihan teknologi semakin tidak bisa dihindari. Salah satu manfaat dari kecanggihan teknologi adalah memudahkan kita dalam menjalankan aktivitas, termasuk kemudahan transportasi.
Munculnya transportasi online/daring (dalam jaringan) di Lampung beberapa waktu lalu mendapat sambutan positif masyarakat. Ini terlihat dari semakin banyaknya kendaraan berbasis daring di jalan raya, baik ojek maupun mobil online, seperti Go-Jek, Uber, dan Grab.
Kemunculan transportasi daring ini tentunya berdampak positif meski ada juga yang merasa ada kurangnya. Beberapa Sahabat Muda menuturkan pengalamannya menggunakan transportasi daring ini.
Menurut Siti Masruroh, salah satu pelanggan ojek online di Bandar Lampung, menggunakan transportasi online lebih simpel dan murah dibandingkan dengan ojek pangkalan. Selain itu, lebih aman karena driver ojek online terdata di database sehingga ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan driver mudah dilacak, sehingga penumpang merasa lebih terlindungi. "Kalau driver-nya nakal atau terjadi apa-apa, kita juga bisa komplain ke kantornya," ujarnya.

Sweeping Buat Resah



Meskipun demikian, transportasi online juga memiliki beberapa kekurangan, seperti ada wilayah-wilayah tertentu seperti pinggiran kota yang tak terjangkau sehingga calon penumpang kesulitan mendapat layanan. Selain itu, penumpang kerap merasa waswas jika harus menggunakan atribut perusahaan transportasi online akibat seringnya terjadi sweeping.
"Karena driver-nya takut sama ojek pangkalan kita juga ngerasa kurang nyaman, apalagi pas naik dan turun di tempat ramai," ujar karyawati di salah satu perusahaan swasta tersebut.
Senada diungkapkan Uswatun Sa'diah, remaja putri asal Lampung barat ini mengaku sangat terbantu dengan keberadaan transportasi online, seperti Go-Jek. Apalagi sebagai anak indekos yang tidak memiliki kendaraan pribadi tentu sangat memudahkannya dalam menjalankan aktivitas. Tarifnya yang murah serta prosesnya cepat membuat dia lebih memilih ojek online dibandingkan dengan transportasi umum lain. "Kita enggak perlu nunggu lama atau mencari kendaraan di jalan raya, tinggal order, dijemput di lokasi," kata dia.
Tarif transportasi online ini juga lebih fair dibandingkan kendaran umum. Sebab, ongkos yang tertera di layanan aplikasi membuat penumpang tidak perlu tawar-menawar dengan driver. "Di situ sudah kelihatan beberapa yang harus kita bayar," ujarnya.
Namun, dia mengaku transportasi online juga memiliki kekurangan, salah satunya ketika order harus menggunakan kuota sehingga ketika tidak memiliki data internet tidak bisa order. "Transportasi online ini kan baru ada di Bandar Lampung, jadi kalau pas enggak di Karang (Tanjungkarang, red), enggak bisa order," kata dia.
Yoga Afrizal juga sepakat bahwa kemajuan teknologi tidak bisa ditolak. Keberadaan transportasi online memberi kemudahan dan solusi bagi masyarakat, terlebih hampir tidak ada transportasi massal yang memadai, serta tidak memperhatikan penumpang. Misalnya keamanan dan kenyamanan penumpang, "Banyak nilai positifnya, seperti mudah, murah, dan pelayanannya juga bagus," kata dia.
Namun, tidak jarang transportasi online juga memiliki kekurangan, seperti driver baru yang belum hafal jalan sehingga perlu kesabaran untuk sampai ke tempat tujuan. "Sering ordernya Go-Food, driver baru lama banget nyampenya, dan sering nanya-nanya alamat," ujarnya. 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR