LAMPUNG POST | lampost.co logo
LAMPUNG POST | Transportasi Aman dan Nyaman
Ilustrasi (Foto: kumparan.com)

Transportasi Aman dan Nyaman

Transportasi dalam jaringan (daring) dewasa ini menjadi salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat. Ada ceruk pasar yang besar di bidang jasa transportasi dan situasi tersebut mengundang sejumlah perusahaan taksi daring masuk kompetisi pasar.
Kehadiran taksi daring diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat. Lebih dari itu, faktor kenyamanan dan keamanan harus mendapat perhatian khusus. Pertumbuhan taksi daring bukan mustahil akan menjadi sumber masalah baru seperti kemacetan dan konflik dengan taksi konvensional.
Hal itulah yang mendorong pemerintah mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor: 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek. Regulasi yang berlaku pada Februari 2018 itu mengatur sejumlah poin penting.
Selain kuota dan tarif, diatur juga tentang argometer taksi, wilayah operasi, dan persyaratan jumlah kendaraan. Peran applicator, sertifikat registrasi, serta surat-surat kendaraan pun secara perinci diatur dalam permenhub itu.
Ketegasan pemerintah memang sangat penting guna memberikan jaminan dan kepastian hukum, terutama menyangkut persoalan keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan ketertiban. Permenhub itu juga diharapkan dapat dijadikan pedoman bagi regulator dan perusahaan taksi daring dalam memberikan pelayanan dan perlindungan bagi masyarakat.
Di Lampung, permenhub mengenai taksi daring sudah dijalankan sejak pertengahan November 2017 yang melibatkan pemprov, organda, dan perusahaan taksi daring.
Terhitung sejak 1 Februari 2018, Dinas Perhubungan Lampung telah menetapkan kuota taksi daring untuk provinsi sebanyak 8.000 unit, meliputi Bandar Lampung (2.000 unit), Lampung Utara (800 unit), Lampung Barat, Tanggamus, Way Kanan, Tulangbawang, dan Pesawaran (400 unit), Lampung Selatan, Lampung Timur, Lampung Tengah, Pringsewu, dan Metro (560 unit), serta Mesuji, Tulangbawang Barat, dan Pesisir Barat (240 unit). Untuk Bandar Lampung, terbagi dalam tiga aplikasi yaitu Gocar, Uber, dan Grab.
Di tengah persaingan yang semakin ketat, pembatasan kuota menjadi hal yang sangat penting untuk mencegah munculnya persoalan baru. Dengan catatan, pemerintah hendaknya tidak memberikan pembatasan zona operasi agar eksistensi transportasi daring bisa tetap terjaga.
Birokrasi dalam hal perizinan pun hendaknya menjadi perhatian agar prosesnya berjalan cepat, mudah, murah, dan tidak berbelit-belit.
Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban para pengusaha taksi daring juga mesti menjadi pertimbangan yang matang. Jangan sampai, nantinya justru ada pihak-pihak yang merasa dirugikan. Muaranya tentu saja diharapkan taksi daring bisa menjadi pilihan alternatif masyarakat dalam menggunakan transportasi publik yang aman dan nyaman.


 

LAMPUNG POST

BAGIKAN

Comments
TRANSLATE

REKOMENDASI

  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv