PAGI itu terlihat beberapa anggota komunitas sibuk menyiapkan kegiatan rutin sebagai sukarelawan di Kampung Belajar D'lima, Jalan Untung Suropati, Perum Panca Bakti, Gang Tanjung. Dengan penuh antusias, mereka mengajari satu per satu siswa yang belajar di tempat tersebut.

Anak-anak muda itu sukarelawan dari Generasi Baru Indonesia (Genbi) yang merupakan komunitas mahasiswa perguruan tinggi negeri yang mendapat beasiswa dari Bank Indonesia. Tanpa canggung, mereka mentransfer ilmu pengetahuan yang telah mereka dapatkan selama di bangku perguruan tinggi.



Ketua Genbi, Fauzi Nur Dewangga, mengungkapkan sebagai sesama mahasiswa yang mendapatkan beasiswa dari Bank Indonesia, mereka tidak ingin sekadar memperoleh beasiswa. Genbi ingin mengambil peran agar penerima beasiswa BI memiliki empati tinggi kepada masyarakat. Dengan demikian, mampu menjawab permasalahan yang ada di masyarakat khususnya soal pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan ekonomi.

Komunitas yang berdiri sejak Maret 2014 itu bertekad untuk menjadikan kaum muda generasi millennial Indonesia sebagai generasi yang berkompeten dalam berbagai bidang keilmuan serta membawa perubahan positif dan menjadi inspirasi bagi bangsa dan negara.

"Jadi, bagaimana caranya kami sebagai generasi muda penerus bangsa harus punya jiwa empati dan berkompeten sehingga dapat memberi perubahan," kata Fauzi, yang juga mahasiswa Universitas Lampung itu, beberapa hari lalu.

Dia melanjutkan untuk mewujudkan harapan itu sedikitnya ada beberapa hal yang dilakukan, di antaranya menggagas berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat untuk Indonesia yang lebih baik (Initiate), garda terdepan dalam melakukan aksi nyata untuk pembangunan bangsa (ACT), serta peduli dan berkontribusi untuk pemberdayaan masyarakat (Share).

 

Kegiatan

Fauzi juga menegaskan ada beberapa kegiatan yang telah dilakukan, di antaranya bersih Indonesia yakni kegiatan pemberdayaan lingkungan. Kemudian, Genbi Sakti, yakni program yang dikhususkan untuk menggali potensi anggota Genbi.

"Kami juga ada Genbi Ngakrab atau pengaderan bagi para penerima beasiswa BI baru untuk lebih mengenal lebih dalam Genbi dan BI," ujarnya.

Genbi selama ini juga rutin menggelar belajar asyik untuk meningkatkan ilmu pengetahuan. Misalnya, tiap Minggu menulis, membaca, menghitung, serta mengaji dengan suasana yang asyik dan menyenangkan bagi siswa-siswi SD di Desa Margakarya, Lampung Selatan.

"Untuk saat ini yang sedang kami lakukan adalah penggalangan dana untuk Palu/Donggala dengan kegiatan Genbi Preloved dengan menjual pakaian layak pakai dan juga Genbi Acoustic."

Kini tercatat sebanyak 120 anggota aktif berasal dari perguruan tinggi negeri, seperti Universitas Lampung dan Universitas Islam Negeri Raden Intan dan segera menyusul mahasiswa Itera. Fauzi menambahkan sejumlah syarat mesti dipenuhi untuk menjadi anggota Genbi, seperti IPK 3,00, surat rekomendasi tokoh, surat motivasi, interview paralel selection, dan lainnya.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR