KALIANDA (Lampost.co)--Desa Sidorejo, Sidomulyo, Lampung Selatan, menjadi daerah kedua di Indonesia dalam pencanangan program Desa Nabung Saham dari Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Mei lalu. Sepanjang tujuh bulan pengoperasiannya, wilayah tersebut kini sudah menarik 200 lebih warga untuk menjadi investor pasar modal dan memiliki transaksi mencapai Rp7,5 miliar per bulannya.

Kepala BEI Lampung Hendi Prayogi menjelaskan Desa Nabung Saham pertama di Lampung itu kini memiliki lebih dari 200 akun investor. Kendati jumlah penanam modal saham di daerah tersebut terbilang rendah, transaksi yang dihasilkan investornya sudah mencapai Rp7,5 miliar setiap bulannya. Hal tersebut sepatutnya dapat dijadikan contoh masyarakat perkotaan yang memiliki fasilitas komunikasi lebih baik dibandingkan warga desa.



"Jumlah investornya masih 200, tetapi perkembangan transaksinya cukup signifikan. Dari awalnya puluhan juta sekarang sudah miliaran rupiah per bulan. Ini menjadi contoh baik dengan masyarakat desa yang mayoritasnya sebagai petani dan akses informasi pasar modalnya jauh ternyata sangat giat transaksi di pasar modal," kata Hendi kepada lampost.co, Senin (7/1/2019).

Perkembangan itu, ujarnya, turut didukung dengan adanya kantor fisik Desa Nabung Saham sebagai wujud legalitas pelayanan lembaga keuangan tersebut. Sebab, pada awal pencanangan, pihaknya menemui kendala bersama masyarakat terkait legalitas dan fisik kantor untuk mencari berbagai informasi pasar modal, transaksi, dan pembukaan rekening.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR