TOKYO (Lampost.co)--Bencana alam kembali melanda Jepang. Angin topan terkuat yang menghantam Jepang dalam 25 tahun terakhir tiba di negeri  Matahari Terbit tersebut pada Selasa (4/9/2018) dan menewaskan dua orang serta melukai puluhan lainnya.

Topan yang dinamakan Jebi ini menghantam wilayah barat Jepang dengan angin kencang dan hujan deras.



Jebi merusak sejumlah atap rumah, menggulingkan beberapa kendaraan dan bahkan menyapu sebuah kapal tanker yang sedang berlabuh di Teluk Osaka ke dekat jembatan menuju Bandara Internasional Kansai.

Gelombang tinggi di pesisir menggenangi beberapa bagian bandara tersebut, yang memicu pembatalan semua penerbangan. Cuaca ekstrem ini juga memutus aliran listrik di sebagian wilayah barat.

Tiba pada siang hari, Jebi datang ke Jepang bagian barat dengan kecepatan putaran angin hingga 216 kilometer per jam.

Media lokal melaporkan adanya dua korban tewas akibat Jebi, termasuk pria berusia 71 tahun di prefektur Shiga. Ia terperangkap dalam sebuah gudang yang roboh diterpa angin kencang.

Kantor berita NHK melaporkan 97 orang terluka akibat Jebi. Seluruh korban luka tidak mengalami kondisi yang membahayakan jiwa. Masih dari laporan NHK, sebuah wahana kincir raksasa terlihat berputar sangat kencang meski aliran listriknya sudah dipadamkan.

"Saya kaget kincir yang dimatikan itu bisa berputar begitu kencang karena tiupan angin. saya belum pernah melihat yang seperti itu," ucap seorang remaja di sekitar lokasi kepada NHK.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR