PERESMIAN jalan tol trans-Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni—Terbanggibesar oleh Presiden Joko Widodo, Minggu (21/1/2018), menjadi titik penting konektivitas wilayah se-Sumatera dan menjadi pendongkrak perekonomian di wilayah Lampung.

Dua ruas tol yang diresmikan adalah paket 1 seksi 1, Bakauheni—Sidomulyo, segmen Pelabuhan Bakauheni—simpang Susun Bakauheni sepanjang 8,9 kilometer dan paket 2 seksi 5, dari simpang Susun Lematang sampai simpang Susun Kotabaru (5,64 km).



Presiden optimistis keberadaan tol tersebut dapat mengatasi kendala konektivitas antardaerah. JTTS juga dinilai  memberi dampak untuk menurunkan biaya logistik terhadap komoditas dan barang yang hendak dikirimkan ke pasaran.

Tol Sumatera merupakan reformasi pembangunan infrastruktur, khususnya di luar Pulau Jawa. Sebab, infrastruktur merupakan hal yang sangat fundamental bagi suatu wilayah, termasuk suatu negara untuk bisa bersaing dengan negara lain.

Sebab, infrastruktur merupakan urat nadi perekonomian yang bersifat timbal balik. Pembangunan infrastruktur selalu mendorong pertumbuhan ekonomi, dan sebaliknya, pertumbuhan ekonomi menuntut penambahan kapasitas infrastruktur.

Karena itu kita berharap keberadaan tol pertama di Lampung tak sekadar menjadi kebanggaan semata, tetapi memberikan efek positif bagi pengembangan pembangunan wilayah, termasuk roda perekonomian Lampung dan kesejahteraan masyarakat.

Keberadaan jalan tol juga membuka peluang bagi kawasan industri bertumbuh. Pembangunan kawasan industri strategis di lahan 3.000 hektare milik Pemerintah Pusat di sekitar tol di wilayah Lampung pun tengah disiapkan seiring penuntasan JTTS.

Keberadaan tol pun mampu melesatkan ekonomi Lampung. Catatan Bank Indonesia, perekonomian Lampung 2017 diperkirakan tumbuh 5,1%--5,2% (year on year). Inflasi pun hanya 3,02% (yoy), dan lebih rendah dibanding dengan inflasi Sumatera dan nasional. 

Adanya jalan tol di Lampung jangan sampai proyek menumpang lewat semata. Masyarakat jangan hanya menjadi penonton, tapi ikut terlibat dari keberadaan jalan tanpa bebas hambatan itu. Apa arti infrastruktur strategis tanpa memberi dampak nyata.

Keberadaan jalan tol harus memberikan multiplier effect keberlimpahan untuk kesejahteraan masyarakat Lampung, yakni dengan dibangunnya kawasan industri, minimal dapat membuka lapangan kerja untuk masyarakat Bumi Ruwa Jurai.

Karena itu dapat kita katakan, penuntasan JTTS bukan segala-galanya dan puncak pembangunan. Adalah pekerjaan rumah setiap kepala daerah yang dilintasi jalan tersebut untuk kreatif menjadikan tol lumbung rezeki bagi masyarakatnya.

 

EDITOR

Ricky Marly

TAGS


KOMENTAR