BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Jalan tol trans-Sumatera (JTTS) Lampung jalur Bakauheni—Terbanggibesar dipastikan selesai dibangun pada Juli 2018 mendatang. Jalan tol itu sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan pembangunan infrastruktur sangat krusial untuk meningkatkan produktivitas serta efisiensi, sehingga barang-barang yang dijual kompetitif.



"Sebelumnya BUMN-BUMN karya jalan sendiri-sendiri dan cenderung berkompetisi satu sama lain, maka saya minta kerja sama bangun jalan tol akhirnya mau untuk bangun jalan tol dengan cepat," kata Rini dalam kuliah umum bertajuk Sinergi BUMN Membangun Negeri di Komplek Media Group Jakarta, Jumat (2/2).

Menteri BUMN Rini Soemarno menerima cindera mata dari Deputi Chairman Media Group Rerie Moerdijat usai memberikan Kuliah Umum di acara peringatan HUT Media Indonesia ke-48, di Grand Studio Metro TV, Jakarta, Jumat (2/2). MI/ADAM DWI

 

Kuliah umum yang dipandu Direktur Pemberitaan Media Indonesia Usman Kansong itu merupakan rangkaian penutup dari acara hari ulang tahun (HUT) ke-48 Media Indonesia.

Menurut Rini, dengan bersemangat, Presiden Jokowi ingin agar pada 2019 sudah terbangun jalan sepanjang 1.280 km. Melebihi pembangunan jalan dari sejak merdeka hingga 2014 yang hanya 760 km, juga sebarannya tidak hanya di Jawa, tapi juga di Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera.

"Salah satunya di Sumatera tol Bakauheni—Terbanggibesar sepanjang 141 km yang dibagi jadi empat seksi. Sudah diresmikan Presiden dua seksi. Tapi targetnya Juli 2018 141 km pasti sudah terselesaikan, jadi program-program sinergi ini yang bisa membangun negeri lebih cepat," ujarnya.

Tidak hanya membangun jalan tol, Rini mengaku pemerintah juga peduli terhadap rasio elektrifikasi khususnya di daerah timur yang masih rendah. Untuk itu PLN diminta menggenjot rasio elektrifikasi.

Kemudian Dirut PLN Sofyan Basir mengatakan rasio elektrifikasi meningkat dalam tiga tahun terakhir, dari yang sebelumnya hanya 82% kini mencapai 93,7%.

"Di Jawa untuk melistriki rumah tangga biayanya hanya Rp1 juta—Rp2 juta tapi begitu pedalaman Papua dan pulau terluar satu rumah tangga bisa Rp150 juta—Rp200 juta, ini bukan diskusi laba tapi kami coba lakukan cross subsidi antara Jawa dan Papua," kata Sofyan Basir, kemarin.

Presiden Joko Widodo memberi keterangan pers disaksikan bersama Menteri BUMN Rini Soemarno (kanan), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kedua kanan) dan Gubernur Lampung M Ridho Ficardo (kiri jokowi) saat meninjau Tol Pelabuhan Bakauheni-Terbanggi Besar seksi satu, di Bakauheni, Lampung, Minggu (21/1). Tol  Bakauheni-Terbanggi Besar akan beroperasi penuh pada Juli 2018. MI/Ahmad Novriwan

 

Pada bagian lain Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung telah menyelesaikan pembebasan lahan tahap I JTTS Bakauheni—Terbanggibesar sepanjang 141 kilometer. Kini, tim percepatan kegiatan tersebut telah berfokus pada landclearing tahap II ruas Terbanggibesar—Pematang Panggang sepanjang 111 kilometer.

Asisten I Sekprov Lampung Heri Suliyanto mengatakan tim pembangunan diharapkan dapat lebih mempercepat pekerjaan konstruksi guna memenuhi target penyelesaian di Juni mendatang.

"Tim bisa lebih berfokus pada pengerjaan konstruksi jalan tol yang baru mencapai 65% dari panjang 141 kilometer," kata Heri kepada Lampung Post, kemarin.

Pembebasan lahan JTTS tahap II sepanjang 111 kilometer sudah mencapai sekitar 35%. "Yang dari Terbanggibesar sampai Pematang Panggang (JTTS, red) masih jauh. Bahkan belum sampai 50%," katanya. *

 

 

 

EDITOR

Iyar Jarkasih

TAGS


KOMENTAR