GUNUNG SUGIH (Lampost.co) -- Anggota DPRD Lampung Tengah terpilih hasil pemilu serentak 2019 beberapa waktu lalu resmi dilantik, Senin (19/8/2019).

Pelantikan dilangsungkan dalam paripurna lembaga legislatif itu di Gedung DPRD setempat, para wakil rakyat disumpah sesuai agamanya masing-masing.



Dari 50 anggota DPRD Lampung Tengah periode 2019-2024 ini, 37 orang wajah baru menuai harapan dari berbagai elemen masyarakat.

"Mereka menjadi harapan Lampung Tengah lebih baik ke depan," ujar salah seorang tokoh muda Bumi Siwo Mego Rosim Nyerupa, diwawancarai.

Rosim Nyerupa yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Silaturahmi Muli Mekhanai (FSMM) Lampung Tengah  berharap 50 anggota DPRD yang didominasi oleh wajah baru mampu membawa angin segar.

Sehingga mampu melahirkan gagasan baru dalam membawa aspirasi rakyat yang harus diperjuangkan.

Mereka diharapkan dapat mengembalikan citra baik DPRD serta kepercayaan masyarakat, pasca OTT KPK yang menimpa pimpinan dan beberapa anggotanya beberapa waktu lalu.

"Amanah rakyat Lampung Tengah harus dijalankan dengan baik. Dari 50 anggota, 37 orang wajah baru. Artinya, ini membawa angin segar bagi perubahan DPRD sehingga mampu mengembalikan citra baik DPRD Lampung Tengah dan kepercayaan masyarakat pasca adanya OTT.

 Karena tidak menutup kemungkinan, Pasca adanya peristiwa beberapa waktu lalu, berpengaruh terhadap kepercayaan terhadap lembaga yang representatif rakyat itu," papar Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan SAPMA Pemuda Pancasila Lampung ini.

Dalam momentum semangat kemerdekaan, menurutnya dapat dijadikan amunisi ghiroh atau semangat para wakil rakyat untuk melahirkan Perda-perda yang sesuai kebutuhan dengan memperhatikan kondisi sosiologis masyarakat.

"Lampung Tengah ini merupakan bumi agrobisnis dengab kebudayaan lokal yang unik. Jangan sampai produk hukum berupa perda yang dihasil DPRD justru tidak sesuai dengan kondisi sosiologis masyarakat," kata dia.

Rosim juga menghimbau anggota DPRD Lampung Tengah lebih memperhatikan masyarakat adat.

Sebab masyarakat adat dalam kehidupan bernegara didaerah tidak dapat dilepaskan. "Sebelum Indonesia merdeka dan terbentuknya negara, Masyarakat adat telah ada begitu juga di kabupaten berjuluk Bumi Beguwai Jejamo Wawai ini.

 Masyarakat adat adalah entitas antropologi yang tumbuh secara alamiah dan masyarakat dengan sistem pemerintahan yang sudah teratur yang mempunyai wilayah dan masyarakat," pungkas Rosim.

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

TAGS


KOMENTAR