PANARAGAN (Lampost.co)-- Tokoh Adat Federasi megow Pak Tulangbawang Barat meminta pemerintah kabupaten setempat tidak gegabah merespon keinginan PT. Huma Indah Mekar (HIM) terkait permohonan merubah peruntukan HGU dari tanaman karet menjadi tanaman tebu. 
 
"Jika permohonan perusahaan ini direspon pemkab, saya khawatir akan menimbulkan persoalan baru di tengah-tengah masyarakat," ujar ketua Federasi Megow Pak Tulangbawang Barat, Herwan Artha, Selasa (2/7/2019). 
 
Herman berharap dalam menyikapi permohonan perusahaan tersebut, pemkab diharapkan dapat mempertimbangkan semua aspek, selain aspek hukum juga aspek sosial. "Kalau manfaat untuk masyarakat gak ada untuk apa. Apalagi, tanaman tebu ini berada ditengah-tengah kota. Apakah tidak melanggar Perda yang berlaku," ujarnya. 
 
Dia meminta pemkab dapat mengkaji dengan matang terkait permohonan perusahaan tersebut. Sebab, peruntukan HGU PT. HIM sudah acapkali berubah tanpa sepengetahuan masyarakat. 
 
"Awalnya PT. HIM ini memiliki HGU untuk tanaman singkong, kemudian berubah menjadi tanaman karet dan sekarang minta dirubah lagi jadi tebu. Nanti berubah lagi entah untuk tanaman apa?," kata dia. 
 
Terkait dengan lahan, lanjut dia, perusahaan ini juga masih ada persoalan sengketa dengan masyarakat mulai dari lahan hibah di penumangan hingga ganti rugi jalan tol. "Persoalan lahan ini selalu muncul karena tidak pernah diselesaikan dengan tuntas. Artinya, masih banyak persoalan mendesak yang perlu diselesaikan pemkab dan pihak terkait," ujarnya. 
 
 

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR