NAMA toko tentu terserah oleh pemiliknya akan disematkan apa pun juga. Namun, tidak etis juga jika toko pakaian dinamai toko buah-buahan atau buku walau sekadar nama.

Iya kidah kanah salah khatong jelmani, mak telaju aga meli ni. (Iyalah nanti salah datang orang-rang, tidak jadi membeli pula).



Hal itu terjadi di Rusia, sebuah perusahaan setempat membuka toko yang khusus menjual barang-barang Korea Utara (Korut). Toko ini sekaligus menjadi pemasok resmi barang-barang produksi Korut.

Seperti dikutip dari kantor berita UPI perincian bisnis akan dibahas dalam rapat komite kerja sama ekonomi dan perdagangan antara Rusia dan Korut yang akan digelar di Moskwa, pekan depan. Sementara itu, hingga kini Korut masih dalam sanksi berat yang melarang adanya perdagangan.

Na kan seno gegoh nantang jam asai bakheh, mak helau ana. Wat-wat gawoh (Nah itu sama saja menantang yang lain, tidak baik itu. Ada-ada saja).

Namun, Krutikov tidak membeberkan barang-barang apa saja yang akan dijual di toko khas Korut tersebut.

Rusia menjadi satu dari sejumlah negara yang masih memiliki hubungan diplomatik dengan Korut. Bahkan, disebut-sebut bahwa Rusia juga menyokong ekonomi Korut dengan mengadakan kerja sama dagang.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR