SUKADANA (Lampost) -- Terkait adanya pemberitaan di beberapa media online tentang kesalahpahaman antara TNI dan insan pers di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung timur, TNI dan Pers yang ada di Lamtim duduk bersama saling memaafkan, Kamis (8/11/2018).

Ketua PWI Lamtim Musannif Effendi Yusnida mengatakan, dalam pertemuan itu, pihak TNI yang diwakili Peltu Usman Ali  dari kodim 0411 Lamteng mengklarifikasi tidak ada penghalangan kerja terhadap wartawan yakni Tarmizi Husen. Kedua belah pihak sudah saling memaafkan atas kesalahpahaman yang terjadi kemarin di dinas pendidikan kabupaten Lamtim.



"Baik pihak TNI dan insan pers sudah duduk bersama untuk saling memaafkan atas adanya kesalah pahaman ini. Tarmizi selaku wartawan juga telah memahami bahwasannya TNI bukan bermaksud menghalangi kinerja wartawan yang dilindungi UU pers nomor 40 tahun 1999, namun hanya salah paham saja, untuk itu pertemuan ini dilakukan guna mengklarifikasi miskomunikasi antara pers bernama Tarmizi dan anggota TNI bernama Pelda Tarno yang berada di dinas pendidikan lamtim," kata Fendi sapaan akrabnya.

Awal mulanya Tarmizi bersama wartawan lainnya Aminuddin merasa dihalangi saat akan menjalankan kerja jurnalisnya melakukan peliputan di kantor Disdikbud Lampung Timur oleh seorang oknum TNI. "Kami juga mohon maaf kepada Pelda Tarno dan korps TNI yang sudah salah paham, kalau kita duduk bersama dan muayawarah seperti ini tentunya makin mempererat tali silaturahmi, tentunya terkait pemberitaan kami kemarin yang menyatakan anggota TNI menghalangi kinerja wartawan itu akan kami berikan hak jawab dan klarifikasi. Semoga dengan kesalahpahaman ini semakin membuat Insan Pers di lamtim bersama TNI semakin kuat dalam hal koordinasi di segala bidang," ujarnya.

 

EDITOR

Firman Luqmanulhakim

TAGS


KOMENTAR