BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Sebanyak 1600 Tenaga Kerja Sukarela (TKS) yang bekerja di puskesmas dan rumah sakit se-Provinsi Lampung mendapat bantuan Rp1,6 miliar dari pemerintah Provinsi Lampung. Bantuan itu diserahkan Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri pada acara peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-53 di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Senin (27/11/2017).

Pada kesempatan itu juga diberikan penghargaan kepada para tenaga kesehatan teladan, seperti perawat, dokter, bidan, dan tenaga kesehatan lainnya.



Bachtiar Basri mengatakan peringatan ini hendaknya dijadikan momentum paling baik agar sadar betapa pentingnya kesehatan. "Masalah kesehatan adalah urusan wajib daripada pemerintah, oleh karenanya, saya meminta kepada seluruh jajaran kesehatan stakholder agar sadar betul bahwa kesehatan ini adalah urusan wajib," kata mantan Bupati Tulangbawang Barat ini.

Menurut dia, kesehatan rupakan salah satu tolak ukur berhasilnya suatu pemerintahan. Untuk itu dia memerintahkan jajaran kesehatan Provinsi Lampung tidak menyepelekan urusan kesehatan.

"Ketika urusan kesehatan jeblok, gagal pemerintah itu, saya selalu marah ketika urusan kesehatan disepelekan, contoh di RSUDAM, saya pernah masuk, saya lihat ruang tunggu dokter operasi itu kecil dan kumuh, saya langsung ngomel-ngomel disitu, sekarang sudah dirubah total, alhamdulillah," kata dia.

Dia juga berharap para tenaga kesehatan yang mengelola rumah sakit maupun puskesmas tidak mengesampingkan perawatan fasilitas. "Saya kurang suka yang seremonial, saya suka yang bisa dibuktikan. Jaga kebersihan rumah sakit dari awal, kalau tidak dari awal pasti tidak akan bersih, disiplin itu perlu, saya selalu ngomel ngomel urusan kesehatan," kata Bachtiar.

Dia juga meminta setiap rumah sakit di daerah agar memperbaiki fasilitas, agar masyarakat tidak perlu jauh jauh ke provinsi untuk berobat. "Misal cuci darah, jangan semua ke Bandar Lampung, tapi harus memenuhi standar, jangan begitu cuci darah, meninggal," kata dia.

Lebih lanjut, Bachtiar mengatakan tidak ingin lagi mendengar ada pasien yang membutuhkam ambulance tidak diberikan pelayanan. "Garis bawahi jangan sampai ada lagi kejadian pasien pulang karena tidak ada ambulance padahal ambulance banyak, kita semua harus peduli dan perhatikan kesehatan," kata dia.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR