JAKARTA (Lampost.co)--Pertanyaan panelis tentang konsepsi pemberdayaan perempuan ditinjau dari jawaban kedua paslon menunjukkan perbedaan konsep tentang kebijakan perempuan. Hasto Kristiyanto, Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Makruf menilai Prabowo-Sandi hanya fokus pada pemberdayaan, program OK-OC yang nyaris tanpa kemajuan, dan keringnya pemahaman terhadap pentingnya kesetaraan gender. Sementara Jokowi-KH Ma'ruf Amin tampil menyeluruh dan sangat membumi. Tidak hanya mencakup ekonomi rumah tangga dan sisi domestik saja, namun peran penting perempuan di dunia kerja dan dunia politik.

Hasto menilai yang mengejutkan ketika KH Maruf Amin menampilkan peran perempuan terjadap hadirnya DEWI (Desa Wisata) dan DEDI (Desa Digital). "Pilihan diksi KH Ma'ruf Amin semakin membuktikan luasnya pemahaman ulama besar tersebut pada persoalan perempuan, masalah bangsa dan ditopang oleh kearifan sebagai ulama yang telah terbiasa bergulat dengan masalah pokok rakyat".



Maka puncak debat yang terakhir ini praktis tidak menunjukkan  perubahan berarti dari sosok Prabowo-Sandi. "Pak Jokowi kembali menampilkan hal-hal kongkrit dan mendasar terhadap program peningkatan kesejahteraan di desa, pondok pesantren, dan menghadirkan perempuan sebagai pilar di dalam peningkatan kesejahteraan ekonomi rumah tangga," kata Hasto.
 

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR