JAKARTA (Lampost.co)--Ace Hasan Syadzily, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Kyai Ma’ruf, dalam siaran persnya kepda Lampost.co, Selasa (15/4/2019), menyatakan bahwa penolakan hasil rekapitulasi suara Pilpres 2019 yang nanti akan resmi diumumkan KPU pada tanggal 22 Mei 2019, merupakan pembelajaran yang buruk dalam kehidupan demokrasi kita.  
Dalam demokrasi itu, kata Ace, ada prinsip dasar yang harus dijunjung tinggi oleh siapapun bahwa kita harus siap menang dan juga harus siap kalah. Itu prinsip dasar dalam kontestasi berdemokrasi. 
Kita harus harus menghormati pilihan rakyat. Mereka telah menentukan pilihannya untuk menjadikan Jokowi-Kyai Ma’ruf sebagai Capres-Cawapres 2019 ini, ujarnya.

"Seharusnya Prabowo-Sandi malu kepada rakyat. Dalam sebuah survei dinyatakan bahwa 92,5% rakyat Indonesia menerima siapapun yang terpilih Presidennya. Rakyat sendiri memiliki kesadaran yang tinggi atas prinsip berdemokrasi ini. Justru elitnya yang tidak siap berdemokrasi," ujarnya.
 

BERITA LAINNYA


EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR