JAKARTA (Lampost.co)--Politikus Partai NasDem Irma Chaniago berpendapat kemarahan seorang pemimpin, dengan mengkedepankan faktor emosional dan tempramental merupakan contoh pemimpin yang tidak stabil dalam mengambil keputusan.

Hal itu dia sampaikan untuk menanggapi pernyataan Amien Rais yang mengatakan seorang pemimpin harus bisa marah. 



Menurut Irma yang juga anggota Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin,kemarahan pemimpin cenderung membuat pengambilan keputusan yang melewati batas dan cenderung otoriter. "Dan terbuka kemungkinan menjadi pemimpin yang antikritik," ujarnya dalam keterangan resmi ke Lampost.co, Kamis (11/4/2019).

Seperti diwartakan, anggota Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional ( BPN) Prabowo-Sandi, Amien Rais ikut mendampingi Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berkampanye di Solo, Jawa Tengah, Rabu, (9/4).

Dalam kesempatan tersebut Amien sempat memberikan pidato singkat kepada ribuan pendukung Prabowo-Sandi yang memadati lapangan Sriwedari. Ia mengatakan bahwa seorang pemimpin itu harus bisa marah. 

Menurut Irma, dalam leadership program di negara manapun, tempramental dan emosi harus bisa dikontrol bukan untuk diluap-luapkan apalagi di depan umum. 
"Kemarahan pemimpin dapat mengakibatkan instabilitas organisasi yang dipimpinnya sekaligus dapat membuka kemungkinan pengambilan keputusan yang terburu-buru karena emosi sesaat yang berpotensi sangat merugikan bagi organisasi tersebut," tutupnya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR