JAKARTA (Lampost.co)--Tim Kampanye Nasional (TKN) calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin membantah anggapan adanya intervensi dari Rusia pada proses politik di Indonesia. Presiden Jokowi yang sempat menyebut propaganda Rusia dinilai hanya istilah semata.

Juru Bicara TKN, Ace Hasan Syadzily, menjelaskan istilah propaganda Rusia populer usai RAND Corporation menerbitkan artikel berjudul the Russian 'Firehouse of Falsehood' Propaganda Model. Artikel itu yang ditulis oleh Christoper Paul dan Miriam Matthews itu terbit 2016. 



"Artinya istilah itu sudah mulai populer sejak tiga tahun lalu, murni istilah dan referensi akademik," kata Ace di Jakarta, Senin (4/2/2019)

Metode propaganda Firehouse of Falsehood digunakan dalam berbagai proses politik elektoral di Brazil, Mexico, dan Venezuela. Istilah itu menjadi bagian dari metode perpolitikan yang baru di era post truth atau sesuatu yang dianggap seolah-olah benar.

"Jadi istilah ini berkembang dan tidak ada hubungan dengan intervensi negara Rusia dalam persoalan domestik di negara-negara dimana metode itu digunakan," ujar Ace.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR