JAKARTA (Lampost.co)--Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin menilai adanya upaya dari kubu pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengaburkan tujuan baik dari program Kartu Prakerja  yang akan digulirkan Presiden Jokowi. 

Juru bicara TKN Jokowi-Maruf, Muhammad Misbakhun menjelaskan saat ini ada penggiringan opini bahwa kartu itu akan menimbulkan beban anggaran, membuat para lulusan sekolah malas mencari kerja dan  pada akhirnya menambah jumlah pengangguran di Indonesia. Serangan terhadap program Kartu Prakerja ini makin menjadi-jadi setelah Presiden Jokowi memberi bocoran bahwa pemegang kartu ini akan mendapat semacam gaji bila belum mendapatkan pekerjaan. 



“Rencana memberi semacam tunjangan atau gaji ini ditanggapi dengan membuat seakan-akan gaji yang diterima itu sama dengan yang benar-benar bekerja sehingga  orang jadi malas bekerja. Dapat dijelaskan bahwa tunjangan atau gaji yang diterima pemegang Kartu Prakerja tentu beda dengan yang bekerja. Ini sifatnya bantuan bagi mereka yang belum mendapt kerja untuk memenuhi kebutuhan dirinya selama mencari kerja,” jelas Misbakhum di Jakarta, Rabu (6/3/2019).

Gaji yang diberikan itu juga bukan seperti bantuan modal bagi lulusan SMK/SMA untuk membuat usaha. Bila para lulusan baru atau para pekerja yang ingin merintis atau membuat usaha baru, tentu ada skema yang telah tersedia seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) atau program Mekaar. 
“Juga ada yang mengatakan agar ebih baik pemerintah fokus pada nasib guru honorer dan penciptaan lapangan kerja. Loh masalah honorer dan penciptaan lapangan kerja, itu beda dengan Kartu Prakerja,” ujar politisi Golkar itu. 

BERITA LAINNYA


EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR