JAKARTA (Lampost.co)--Sejumlah pengamat mengatakan deklarasi dukungan bagi pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo KH Maruf Amin yang cukup masif belum tentu berdampak pada peningkatan elektabilitas Jokowi Maruf. Mereka mengatakan dukungan itu cenderung membuat timses paslon 01 terbuai. 
Menanggapi itu, jubir Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi Maruf, Irma Chaniago mengatakan deklarasi dukungan bukanlah tujuan akhir. 
"Deklarasi dukungan menjadi upaya  konsolidasi dalam menggerakkan elemen pemenangan dalam door to door campaign dalam meningkatkan elektabilitas paslon 01," kata Irma di Jakarta, Selasa (26/3/2019) dalam rilisnya ke Lampost.co.

Fokus setelah deklarasi, lanjut Irma, kampanye ke lapangan, bertemu rakyat secara langsung, menjelaskan program paslon 01 dan menetralisir hoaks dan fitnah yang ada di masyarakat.



"Tidak hanya itu, hingga hari pencoblosan kami fokus untuk mengawal aspirasi masyarakat untuk datang ke TPS demi menghindari tragedi pilkada DKI 2017 dengan adanya wisata almaidah yang membuat beberapa pemilih merasa terintimidasi dan takut ke TPS," tandas politisi Nasdem itu. 
Terkait penurunan elektabilitas Jokowi seperti terekam dalam survei litbang Kompas, Irma meyakini bahwa itu hanya dampak euforia sesaat dari kondisi yang diciptakan oleh kubu paslon 02.

Hal itu bisa terlihat dari prediksi akhir yang dilakukan dalam survei litbang Kompas. Peneliti Litbang Kompas Toto Suryaningtyas memprediksi, tiga pekan menjelang hari-H pencoblosan, suara kedua paslon tidak jauh bergeser dari hasil survei teranyar mereka. 

Hasil ekstrapolasi atau perluasan di luar data Litbang Kompas yang tersedia, Jokowi-Ma'ruf unggul dengan angka 56,8 persen berbanding 43,2 persen dari Prabowo-Sandiaga.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR