BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Tenaga Kerja Indonesia asal Lampung yang bekerja di luar negeri bertambah sebanyak 10.552 orang hingga periode  September 2017. Penambahan tersebut setelah di tahun 2015 sejumlah 16.115 dan tahun 2016 menurun menjadi 15.056. Angka itu bertujuan ke berbagai negara, seperti Malaysia, Singapura, Hongkong, Saudi Arabia, Taiwan, Uni Emiret Arab, dan Brunei Darussalam.

Berdasarkan data yang dihimpun Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) Lampung, masyarakat Lampung yang menjadi TKI itu terdiri dari 15 kabupaten/kota dengan bekerja pada sektor perusahaan atau industri (formal) sebanyak 3.564 dan sektor perorangan (informal), seperti asisten rumah tangga dan baby sitter sebanyak 6.988.



Dari ke-15 kabupaten/kota itu, Lampung Timur menjadi penyumbang tenaga kerja terbesar, yaitu 3.810 orang, Lampung Tengah 1.646 orang, Lampung Barat 52 orang dan Pesisir Barat 6 orang.

Kepala BP3TKI Lampung, Mangiring H. Sinaga, menjelaskan pengiriman TKI ditahun 2017 ini dipercaya akan kembali menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Target ditahun ini, penekanan angka warga Lamung yang mengadu nasib ke luar negeri hanya sampai diangka 14 ribu.

Sebab, pemerintah selalu mendorong agar masyarakat dapat bekerja di negaranya sendiri dan tidak pergi ke negari seberang. “Kalau saya selalu sosialisasi dan mendorong agar masyarakat tidak ada lagi yang pergi bekerja di luar negeri. Namun, bagi warga yang tetap ingin bekerja ke luar negeri ditekankan pua agar sesuai prosedur,” kata dia di ruang kerjanya, Jumat (27/10/2017).

Menurutnya, keutamaan bagi TKI yang harus sesuai prosedur adalah untuk kemudahan dalam pemantauan tenaga kerja tersebut ketika terjadinya permasalahan ditempatnya bekerja, baik meninggal dunia, sakit, gaji yang tidak dibayar, PHK, klaim asuransi, beban kerja terlalu berat, penipuan peluang kerja, hingga tindakan kekerasan.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR