TIDAK mengonsumsi makanan atau minuman dalam jangka waktu yang lama bisa menyebabkan terciumnya aroma tidak sedap dari mulut. Apalagi ketika sedang berpuasa. Kondisi seperti ini bisa membuat Anda merasa tidak nyaman setiap kali berbicara.

Hal itu terbilang wajar. drg. Ratu Mirah Afifah, membenarkan pun hal tersebut dan menjelaskannya secara ilmiah. "Karena tidak ada asupan makanan dan minuman, akan memengaruhi sekali jumlah air liur. Ketika mulut dalam keadaan kering, bakteri akan berkembang banyak," ujar drg. Mirah di Seribu Rasa Menteng, Jakarta Pusat.



Kondisi gigi Anda bahkan bisa semakin memburuk ketika saat sahur Anda tidak sakit gigi. Sebab, ketika Anda sedang berpuasa, bakteri tetap bekerja. Bakteri tidak pernah puasa dan tetap menggerogoti sisa makanan yang ada dalam mulut. Bayangkan, Anda tidak mengonsumsi makanan dan minuman selama 12 jam lebih. Maka untuk mengantisipasinya, lakukanlah perawatan yang tepat bagi kesehatan gigi dan mulut.

"Pastikan konsumsi makanan dan minuman yang memproduksi air liur. Misalnya sayur, buah-buahan, dan kurma," tuturnya. Perlu diketahui, makan sebelum tidur diperbolehkan saat berpuasa. Misalnya, setelah makan berbuka puasa dilanjutkan dengan tarawih, lalu Anda makan makanan kecil. Syaratnya, sikatlah gigi Anda setelah memakannya.

drg. Mirah memaparkan, menyikat gigi tetap harus dipenuhi meskipun tengah berpuasa. Hanya saja, waktunya diatur atau digeser me jadi dua kali sehari. "Sahur pukul 4.30 sehabis sahur sikat gigi karena jika tidak, panjang sekali waktu bakteri untuk makan sisa makanan dalam mulut. Akan terjadi penumpukan asam dan yang pasti akan ada bau mulut," paparnya.

Pastikan bahan yang terkandung dalam pasta gigi Anda aman untuk kesehatan gigi dan mulut. Bahan yang aman, kata drg. Mirah, mengandung serat, fluoride, kalsium, dan disarankan terbuat dari bahan herbal. "Karena sudah dijamin bisa menjamin kesehatan gigi berlubang. Kemudian saat puasa pilih yang mengandung daun sirih, garam, dan jeruk nipis. Daun sirih bermanfaat menghambat kerusakan gigi," pungkasnya.

Kemudian, sejak zaman dahulu, garam telah diyakini bisa menjaga kadar asam dalam mulut tetap dalam posisi ph yang netral. Sebab, garam bersifat basa dan dapat menyangkal bakteri dan menjaga glukosa mulut. Sedangkan jeruk nipis membuat mulut segar.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR