BEIJING (Lampost.co)--Presiden Tiongkok Xi Jinping memerintahkan pemerintah setempat pada Jumat (22/3/2019), untuk mencegah lebih banyak bencana industri setelah ledakan pabrik kimia di Kota Yancheng. Ledakan pabrik kimia itu menewaskan 47 orang dan melukai ratusan orang serta meratakan sebuah komplek industri.

Ledakan pada Kamis (21/3) di kota di Provinsi Jiangsu itu adalah salah satu bencana industri terburuk yang melanda Tiongkok. Presiden Xi mengakui negara itu telah mengalami banyak kecelakaan besar dalam beberapa tahun terakhir.
Xi yang sedang dalam kunjungan kenegaraan ke Italia, mendesak upaya habis-habisan untuk menyelamatkan mereka yang terjebak dan untuk mengidentifikasi penyebab kecelakaan secepat mungkin.
"Dewan Negara, kabinet Tiongkok, telah membentuk tim untuk menyelidiki ledakan itu," kata media pemerintah.
Ledakan itu meratakan beberapa bangunan di kawasan industri dan menyebabkan kebakaran besar yang terjadi sepanjang malam. Sementara itu para penyelamat bergegas mencari orang-orang yang selamat di reruntuhan pabrik.
"Lebih dari 600 orang telah mendapat perawatan medis setelah ledakan itu," kata pemerintah kota itu di akun resmi Weibo.
Di antara mereka, setidaknya 90 terluka parah. sementara itu ratusan penyelamat telah dikirim ke lokasi kejadian dan sekitar 4.000 orang telah dievakuasi dari lokasi ledakan.



Otoritas setempat, yang sedang menyelidiki penyebab kecelakaan itu mengatakan sejumlah orang telah dibawa ke tahanan polisi pada Jumat (22/3/2019).

BERITA LAINNYA


EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR