LIWA (Lampost.co) -- Guna mendukung peningkatan dan pencapaian target produksi pangan, Pemkab Lampung Barat melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Lampung Barat tahun ini memprogramkan pembangunan 24 unit damparit, 6 unit embung dan 1 unit balai penyuluh pertanian (BPP).

Kepala Dinas TPH Lampung Barat Noviardi Kuswan melalui staf yang membidangi program itu (Budiono), Selasa (17/7/2018), menjelaskan pelaksanaan pembangunan ke-24 embung, 6 unit damparit dan 1 unit BPP itu bersumber dari DAK TA 2018 sebesar Rp5,029 miliar. Proses kegiatan kini sedang dalam tahap pengerjaan yang pelaksanaanya dilakukan secara swakelola oleh Pokmas.



Ke-24 damparit itu tersebar di Kecamatan Kecamatan Suoh, Bandarnegeri Suoh, Sumberjaya dan Gedungsurian. Sementara pembangunan 6 unit embung dilaksanakan di Kecamatan Suoh, Sumberjaya dan Kebuntebu.

Dari total DAK Rp5,029 miliar itu rincianya untuk pembangunan kantor BPP Rp500 juta. Kemudian sisanya untuk pembangunan embung dan damparit.

Pembangunan embung dan damparit itu adalah untuk memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian dalam rangka peningkatan produksi. Embung merupakan tampungan air yang dibangun dengan cara dibendung berkafasitas sekitar 500 kubik yang kemudian dialirkan ke lahan sawah. Setiap embung yang dibangun ditargetkan dapat mengaliri minimal 10 Ha lahan sawah.

Sementara damparit dibangun fungsinya adalah untuk membendung aliran air agar dapat dialirkan ke lahan sawah.

Melalui kegiatan pembangunan damparit dan embung ini maka diharapkan kebutuhan air bagi lahan sawah petani dapat tercukupi bahkan petani diharapkan dapat melaksanakan target 3X tanam dalam setahun.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR