METRO (Lampost.co) -- Pemerintah Kota Metro menganggarkan Rp150 juta per kelurahan yang akan dikucurkan pada 2019 untuk mendukung infrastruktur. Dana tersebut dikemas dalam program Gerakan Membangun Bumi Sai Wawai.

Ketua Koordinator program yang juga kepala Bappeda Metro, Bangkit Haryo Utomo menuturkan program tersebut digulirkan di 22 kelurahan se-Kota Metro yang dimaksudkan untuk memotivasi masyarakat menghidupkan kembali pola gotong royong, yang selama ini makin menghilang.



“Jadi program tersebut nantinya akan dikerjakan oleh masyarakat secara gotong royong tanpa pamrih. Pemerintah hanya memberikan hibah barang berupa pasir, batu belah, batu bata, besi, split dan semen untuk membangun infrastruktur di kelurahan,” ujar dia di ruang kerjanya, Jumat (20/7/2018).

Melalui hibah itu nantinya akan digunakan enam item, yakni pembangun jalan setapak, saluran drainase dan tersier, saluran kuarter, gorong-gorong lingkungan dan tempat pembuangan sampah sementara.

Hibah tersebut diberikan untuk masing-masing kelurahan senilai Rp150 juta diberikan dalam bentuk materil. Sedangkan tenaga kerja menggunakan masyarakat setempat dengan pola gotong-royong.

Dia mengatakan saat ini program tersebut sudah mulai disosialisasikan di lima kecamatan se-Kota Metro.

Menurut Walikota Metro Achmad Pairin kegiatan yang akan dilaksanakan nantinya harus melalui inisiatif, yaitu harus berasal dari usulan yang direncanakan dan merupakan prioritas masyarakat di kelurahan tersebut. Lalu, dalam proses pelaksanaan kegiatan mengutamakan partisipasi dan keterlibatan masyarakat secara aktif. "Kegiatan yang direncanakan juga harus ditentukan dan diputuskan secara bersama dalam musyawarah tingkat kelurahan dan memiliki manfaat dan berkelanjutan," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR