BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pengamat ekonomi Universitas Lampung Asrian Hendi Caya menjelaskan turunnya nilai mata uang rupiah terhadap dolar AS bisa menjadi keuntungan bagi perekonomian.  

"Setiap even pasti ada yang untung dan rugi tapi dalam konteks Indonesia sebetulnya dulu ada kebijakan depresiasi sengaja menurunkan nilai mata uang dalam rangka mendorong ekspor," kata dia, kepada Lampost.co, Rabu (25/4/2018).



Depresiasi saat ini, kata dia, bisa menjadi peluang ekspor lebih bagus. Maka dari itu, posisi ekspor harus lebih banyak, jika sedikit maka kenaikan dolar AS tidak berdampak besar pada perekonomian di Lampung.

"Sisi positif depersiasi turunnya nilai rupiah sebagai momentum untuk menekan impor. Sehingga saat ini bagaiamana upaya ekspor naik dan mengurangi impor," ujarnya.

Pada posisi ini, pemerintah harus mendorong ekspor naik dan membatasi impor dengan cara memproduksi sendiri barang dan bahan baku yang biasanya diimpor. "Itu akan positif bagi perekonomian, memang di Lampung surplus, artinya ekspor masih tinggi di banding impor, kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR