JAKARTA (Lampost.co) -- Tim Nasional Indonesia U-19 tinggal selangkah lagi mewujudkan mimpi berpartisipasi di Piala Dunia U-20 yang akan digelar di Polandia pada 2019. Namun, tembok besar dan menjulang tinggi bernama Jepang menjadi rintangan luar biasa sulit bagi Witan Sulaeman dan kawan-kawan.

Indonesia dan Jepang akan bersua di perempat final Piala Asia U-19 di di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, malam ini. Kemenangan tak cuma bakal menjaga asa juara, tetapi juga menjadi garansi untuk tampil di Piala Dunia U-20 tahun depan.



Dari sisi kualitas, harus diakui Jepang jauh lebih menjanjikan. Mereka tim istimewa dengan status juara bertahan dan berpotensi besar mengulanginya tahun ini. Skuat besutan Masanaga Kageyama itu mencatatkan rekor sempurna selama babak penyisihan grup dengan produktivitas tertinggi, 13 gol hanya dalam tiga pertandingan.

Jauh sebelum putaran final digelar, tim Jepang U-19 mempersiapkan diri dengan matang. Skuat 'Samurai Biru' menjalani tur Meksiko pada awal September lalu dengan melawan tim-tim kelas dunia, seperti Brasil U-19, Meksiko U-19, dan tim muda klub Liga tertinggi di Meksiko, Club America U-20. Hasilnya, Jepang meraih dua kali seri dan sekali menang ketika melawan Club America U-20 dengan skor 3-1.

Jepang juga sempat berkunjung ke Indonesia pada Maret lalu dan menang besar 4-1. Kala itu tim Indonesia dipimpin Bima Sakti yang juga merangkap jabatan sebagai asisten pelatih Timnas Indonesia U-23.

Dengan menimbang segala fakta itu, tim 'Garuda Nusantara' seperti menghadapi kemustahilan. Namun, pelatih Indra Sjafri menyebut anak asuhnya dalam kondisi terbaik untuk menembus kemustahilan itu.

"Perjalanan di babak grup dan drama-drama yang terjadi membuat tim secara mental dan persiapan jauh lebih baik. Jadi, pertandingan besok menarik dan kami ingin mewujudkan cita-cita bangsa ini," kata pelatih berdarah Minang itu dalam jumpa pers di Jakarta, kemarin.

Klaim Indra bukan tanpa alasan. Mentalitas timnas sedang memuncak setelah mampu keluar dari lubang jarum di persaingan Grup A. Mereka dengan heroik mengejar defisit skor 1-6 menjadi 5-6 di laga kedua melawan Qatar. Di laga hidup mati, Indonesia pun menaklukkan Uni Emirat Arab 1-0 untuk melaju ke delapan besar.

"Tanggal 28 Oktober merupakan Hari Sumpah Pemuda. Jadi jangan ada keraguan. Kami ingin menunjukkan performa terbaik sepanjang laga dan mewujudkan cita-cita ke Piala Dunia," tandas Indra.

EDITOR

Firman Luqmanulhakim

TAGS


KOMENTAR