BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Tim tanggap bencana Pemkot Bandar Lampung delapan hari bertugas membantu korban gempa Lombok. Tim kesehatan yang dikirim membantu mengobati sebanyak 617 orang dan tujuh orang melahirkan.

Asisten I Pemkot Bandar Lampung Sukarma Wijaya mengatakan tim ditugaskan selama delapam hari kerja. "Di SPT-nya berangkat tanggal 9 kembali tanggal 16 Agustus jadi 8 hari kerja, kami tim pendamping yang menyiapkan bantuan logistik itu lima hari," kata Sukarma Wijaya, Senin (20/8/2018).



Dana total yang dikeluarkan oleh Pemkot bersumber dari APBD adalah senilai Rp500 juta. "Yang kita bantukan itu melalui dana APBD hampir 500 juta,  ada sisa yang harus disetor kembali hampir 2 juta akan diserhakan ke kasda," kata dia.

Adapun bantuan yang diberikan dalam bentuk barang dan makanan. "Yang kita bantu itu belanjakan adalah pakaian, selimut, matras, tenda, makanan cepat saji, seperti mie roti bayi kemudian air mineral itu yang paling dibutuhkan," kata dia.

Disana, paling susah adalah mendapatkan air bersih, sumber air seperti sumur warga tidak bisa digunakan karena kotor oleh lumpur yang meluap akibat gempa. "Kami beli air mineral itu sampai lima truk, sebanyak 2.800 dus, disana tidak ada air mineral yang gelas, kita beli yang botol, kita serahkan ke Danrem disana karena dia selaku koordinator penanggulangan pascabencana di Lombok," kata dia.

Dia berharap apa yang telah diberikan dapat meringankan beban korban disana. "Apa yang dibantukan pemkot dan tambahan dana dr ASN dan pendidikan SD, dan SMP itu betul betul dirasakan manfaatkan," kata dia.

Semua korban yang telah dibantu oleh tim Pemkot Bandar Lampung sebanyak 617 orang. "Tujuh orang layanan melahirkan, 10 orang dirujuk ke kapal TNI angkatan laut yang poskonya berdampingan dengan kita. Sebenarnya banyak yang dibutuhkan masyarakat disana, karena mereka dalam kondisi keterbatasan, dan dari luar provinsi disana itu belum banyak," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR