BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Tim Sergap TNI AD, Jumat (7/9/2018) memberikan pengarahan kepada lintas terkait soal pangan di Makodim 0422/Lampung Barat.

Hal itu dalam rangka mendampingi Upsus Swasembada pangan Kodim 0422/LB yang dipusatkan di aula Makodim setempat dan dihadiri seluruh Babinsa berserta Poktan Lambar. Kegiatan itu dipimpin oleh Kolonel Inf Sudrajat (ketua tim Mabesad), Kolonel Inf Suyitno ( Tim Mabesad),  Mayor Inf Asrin ( Pasi Bakti Rem 043/Gatam ), Letkol Kav Adri Nurcahyo ( Dandim 0422/LB ), AKBP Tri Suhartanto ( Kapolres Lambar ) dan lainya. Kemudian Plt Kadistan Lambar, Kadistan Pesibar dan para Danramil 0422/LB.



Dalam pengarahanya, ketua tim Mabesad Sudrajat antara lain menyampaikan, sepanjang masih mengomsumsi beras maka upaya menanam padi harus terus dilakukan. Namun saat ini kita mengalami banyak kekurangan lahan cetak sawah karena banyaknya pertumbuhan pembangunan.

Apabika mengandalkan impor dari luar, tentunya dapat berbahaya karena kita tidak tahu tentang kualitas barang tersebut serta alat pertanian yang digunakan terhadap beras yang dihasilkan dari luar. Sebab kita juga tidak mengetahui batas dan pengunaan dan daerah mana yang mengimpor padi.

Dampak lainya adalah keterantungan akan barang impor. Salahsatu upayanya pemerintah kini terus membantu dan mendorong segala kebutuhan para petani untuk dapat meningkatkan produksi guna mensehjahtrakan seluruh masyatakat yang ada.

Kemudian tugas Bulog, kata dia, apabila terjadi bencana adalah menyalurkan bantuan pangan. Kemudian jika terjadi peningkatan harga beras maka bulog akan membantu mengatasi permasalahan tersebut melalui stok pangan.

Pemerintah kata dia, yaitu sudah memberikan bantuan yang cukup besar kepada para petani tentang upaya peningjatan produksi. Karena itu melalui program bantuan yang trlah diberikan maka diharapkan akan ada timbal baliknya yaitu menjaga agar tidak terjadi kekurangan beras.

Sementara itu Kol Suyitno meminta agar adanya upaya untuk mengatasi persoalan harga, pengangkutan hingga program reward kepada petani yang memproduksi padi dengan hasil baik dan kontinyu.

Kol Suyitno juga meminta jajaran Kodim termasuk Bhabinsa untuk memantau kegiatan tanam, panen sampai pengolahan. Bila ada permasalahan segera berkoordinasi dengan dinas Tanaman Pangan dan Horti untuk penanganan yang lebih cepat.

Sementara Plt Kadis TPH Lambar Agustanto Basmar menyampaikan, untuk sementara tidak ada masalah sebab pihaknya selama ini terus melakukan kerjasama dengan Bhabinsa dan Gapoktan tentang pelaksanaan peningkatan produksi.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR