LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 14 July
8986
Penulis Aripsah
Editor Sri Agustina

Tags

LAMPUNG POST | Tim Seleksi Diharapkan Mehasilkan Panwas Profesional
Paitia Pengawas Pemilu. (Ilustrasi/logo)

Tim Seleksi Diharapkan Mehasilkan Panwas Profesional

LIWA (Lampost.co)--Menyikapi telah diumumkannya 12 calon anggota Panwaslu di masing-masing kabupaten/kota di Provinsi Lampung yang lulus tes tertulis, praktisi hukum dan sejumlah elemen di Lampung Barat meminta tim seleksi berkomitmen melahirkan anggota Panwaslu yang berintegritas dan profesional.
“Kami berharap kepada tim seleksi (timsel) supaya lebih teliti dalam meloloskan calon anggota Panwas. Jangan sampai persoalan pilkada di Lampung Barat terulang, anggota panwas justru membuat kisruh dan multitafsir dalam menerjemmahkan aturan yang mengarah kepada keberpihakan.” kata Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Lampung Barat, Zeplin Erizal kepada sejumlah media, Jumat (14/7/2017).

Zeplin mencontohkan dalam pertuaran pemilihan, tempat ibadah, merupakan salah satu zona larangan kampanye, dan tidak di perbolehkan memasang alat peraga. Sementara ada pasangan calon yang menggelar acara pengajian di halaman masjid. Namun oleh salah satu anggota panwas kegiatan kegiatan itu dianggap bukan sebuah pelanggaran karena lokasinya bukan di dalam masjid, melainkan di halaman.
”Ini yang menurut kami salah satu contoh mutitafsir yang mengarah kepada keberpihakan dan menimbulkan kekisruhan. Jadi kami minta anggota panwas yang saat pilkada membuat kisruh dan multitafsir   di blacklist, tapi kalau bagus silahkan diteruskan,” ujar dia.

Senada salah satu warga Kecamatan Way Tenong, Dona Sorenti Moza, berharap timsel dan bawaslu mampu melahirkan anggota panwaslu Lampung Barat yang berintegritas dan profesional, sehingga mampu melakukan tugas dan fungsi pengawasan sebagaimana diatur dalam undang-undang yang berlaku.
“Kita berharap kedepan anggota panwas benar-benar netral dan bekerja berpegang teguh sesuai aturan. Contoh ketika dalam forum, Akademisi Unila Ari Darmastuti menyatakan masjid tidak boleh menjadi lokasi kampanye, anggota Panwas dengan penafsirannya justru beralibi jika di halaman masjid bukan tempat ibadah, dan yang dinamakan tempat ibadah itu apabila dia ada didalam ruangan,” kata dia.

Dona berharap timsel dan bawaslu lebih menggali pemahaman peraturan undang-undang terkait pemilihan terhadap calon anggota panwas, sehingga anggota panwas yang nantinya lolos benar-benar bekerja sesuai aturan dan tidak menimbulkan persoalan saat terjadi polemik di masyarakat.

LAMPUNG POST

BAGIKAN


TRANSLATE
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv