KRUI (Lampost.co) -- Tim Gabungan yang terdiri dari Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) beserta mitra (ILEU-YABI dan WCU-WCS), Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Ditjen PHLHK), Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC), Kepolisian Sektor (Polsek) Bengkunat, menangkap empat pelaku pemburu dan penjual bagian tubuh hewan yang dilindungi, yakni beruang.

Kepala Teknis TNBBS Ismanto mengatakan, awalnya tim gabungan menangkap HR (63) warga Pekon Sukamaju, Kecamatan Ngaras, Kabupaten Pesisir Barat, pada Sabtu (11/8/2018) sekitar pukul 00.30.



"Ia diamankan karena hendak menjual satu buah opsetan beruang madu, dan 2 buah kulit beruang madu," ujarnya kepada Lampost.co, Minggu (12/8/2018).

Setelah menangkap HR, Tim Gabungan melakukan pengembangan dan menangkap 3 orang tersangka lainnya, antara lain AR alias IN (60), MA (38) dan FH (54). Ketiganya merupakan warga Pekon Penyandingan Kecamatan Bengkunat, Kabupaten Pesisir Barat.

Perburuan tersebut dilakukan pada Jumat (3/8/2018) sekitar jam 14.00 wib dalam kawasan TNBBS, Register 22B Pekon Sumberrejo, Kecamatan Bengkunat, Pesisir Barat, dan Minggu (5/8/2018) sekitar pukul 14.00 di kebun kopi dan lada, Kawasan Hutan Marga yang berada di Pekon Bumiratu, Kecamatan Ngambur, Pesisir Barat.

Pelaku melakukan perburuan dengan menggunakan alat senapan angin, pisau, dan alat penerang (senter). Setelah pelaku mendapatkan hewan yang telah diburu, pelaku menguliti satwa buruan tersebut dengan menggunakan pisau. Lalu dikeringkan dengan cairan kimia jenis spritus sebagai pengawet atau dijadikan opset. Kemudian pelaku menjual hasil buruan tersebut untuk mendapatkan uang.

"Dari pengakuan HR, opsetan tersebut ia dapat dari FH, sedangkan dua kulit beruang dapat dari AR, dan AR juga mendapatkannya dari MA.

Pelaku dijerat dengan pasal, sebagaimana di maksud Pasal 40 Ayat (2) Jo Pasal 21 Ayat (2) huruf b dan d UU RI No. 05 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman pidana 5 tahun penjara.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR