LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 14 June
2493
Kategori Lampung
Penulis Abu Umaraly
Editor Sri Agustina
LAMPUNG POST | Tim Gabungan Sidak ke Pasar Tradisional dan Modern di Tanggamus
Tim gabungan menggelar sidak ke pasar tradisional dan modern untuk memantau pangan aman. (Ilustrasi/Lampost)

Tim Gabungan Sidak ke Pasar Tradisional dan Modern di Tanggamus

KOTA AGUNG (Lampost.co)--Tim Pemkab Tanggamus yang terdiri dari Dinas Perdagangan dan Pasar (Disdagsar), Bagian Ekonomi Pembangunan bersama TNI/Polri melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional dan modern di Tanggamus, Rabu (14/6/2017).

Kepala Disdagsar Tanggamus, Zulfadli, didampingi Kabag Ekobang Suyanto menjelaskan, selain melakukan pemantauan harga, tim juga memeriksa kondisi sejumlah barang seperti daging, ikan dan hidangan berbuka puasa (takjil). Tim mengambil sampel dagangan yang dicurigai mengandung berbahaya bagi kesehatan.

"Kalau di ikan atau daging apakah mengandung formalin, atau zat pewarna pakaian dalam takjil. Uji sampelnya paling lama 3 hari," terang Zulfadli.

Sementara berdasarkan uji cepat di lokasi, khusus untuk ikan dan daging tidak ditemukan zat pengawet berbahaya. Berbeda dengan hasil temuan pada takjil, ada sebagian yang terindikasi menggunakan zat pewarna berbahaya. Hal itu juga ditemukan pada kerupuk dengan merk tertentu. "Melihat sepintas saja kita dapat melihat dengan warna mencolok. Sehingga kami berikan teguran agar jangan dijual," ujarnya.

Hasil sidak di pasar modern, tim menemukan sejumlah produk dengan kemasan yang rusak tetap dijual. Hal itu dapat membahayakan konsumen terutama bagi yang kemasannya terbuat dari kaleng. Tim kemudian menegur pengelola pasar modern untuk tidak menjual produk dengan kemasan yang sudah rusak. Serta diminta untuk memeriksa produk yang sudah melewati batas waktu atau kadaluarsa.

Berkenaan dengan ketersediaan bahan pangan baik pokok maupun bumbu dapur, Kabag Ekobang Tanggamus Suyanto menyatakan ketersediaan cukup hingga hari raya Idulfitri. Hingga kini harga kebutuhan bahan pokok masih relatif stabil, hal ini diantaranya disebabkan oleh ketersediaan yang cukup.

"Kami juga meminta sejumlah UPT Pasar guna turut memantau harga pangan, terutama wilayah Talangpadang. Bila terjadi kenaikan harga maka kami juga akan sidak guna mencari penyebabnya," kata dia.

BAGIKAN


loading...
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv