KALIANDA (lampost.co) -- Dua pekan diberlakukan, pembelian tiket kapal feri dengan sistem pembayaran nontunai (cashless) di pelabuhan Bakauheni sepi pelanggan. 

Pantauan Lampost.co di pintu tollgate loket tiket kendaraan selama dua jam, Selasa (28/8/2018), tiga loket tiket nontunai sepi dari pengguna jasa yang membawa kendaraan. Mereka yang hendak menyeberang ke pelabuhan Merak, Banten memilih membeli tiket menggunakan uang tunai pada dua loket tiket kendaraan yang disiapkan ASDP.



Pada loket tiket penumpang jalan kakipun ditemukan hal serupa. PT ASDP cabang Bakauheni juga membuka lima loket pembelian tiket, tiga diantaranya loket pembelian tiket menggunakan uang tunai.

“Lebih cepat beli tiket dengan uang tunai. Kalau pakai nontunai, kita harus membeli saldo dulu. Lagi pula belum tentu dalam waktu dekat kami menyeberang kembali ke Sumatera. Jadi mubazir sisa saldo dalam kartu non tunai,” kata Black (39), seorang pengendara mobil Avanza saat ditemui di pintu loket tiket kendaraan menggunakan uang tunai di Pelabuhan Bakauheni, Selasa (28/8/2018) siang. 

Ia mengaku bersama keluarga dari Majalengka, Jawa Barat datang ke Palembang, Sumatera Selatan untuk menghadiri resepsi pernikahan keluarganya.

“Kalau enggak ada yang nikah, belum tentu kami ke Palembang. Jadi kurang efisien kalau kami membeli tiket non tunai,” ujarnya. 

Pantauan lampost.co, dua pekan penerapan pembayaran tiket sistem cashless, dari empat bank  hanya ada dua bank yang masih melayani pembelian kartu elektronik, termasuk pengisian saldo. Yakni Bank Mandiri dengan E-money, dan Bank BRI dengan Brizzi. 

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR